Oleh : Agus Susanti 
( Aktivis  Pemerhati Perempuan)

Mediaoposisi.com-Seorang wanita adalah sosok yang sangat mulia dan wajib untuk senantiasa dijaga kehormatannya. Namun sayang masih banyak orang yang salah dalam memperlakukan seorang perempuan.

Bahkan sering kali perempuan  dijadikan sebagai alat untuk memenuhi hawa nafsu laki-laki dan dijadikan sebagai barang sebagai penarik perhatian customer. Alhasil wanita menjadi sangat terhinakan dan dilanggar hak-haknya.

Hal ini yang akhirnya memunculkan berbagai organisasi atau perkumpulan yang mengkampanyekan untuk perempuan berani memperjuangkan hak mereka dan melawan dari penindasan dan intimidasi yang selalu terjadi bagi kalangan perempuan.

Hal ini terlihat dengan adanya hari perayaan perempuan internasional yang diperingati setiap tahunnya sebagai hari untuk memuliakan wanita. Dan di hari ini pula wanita diberi ruang dan waktu untuk mengajukan berbagia pemikiran dan aspirasinya di depan publik.

"Saatnya perempuan makin aktif berkarya dan bisa mendapatkan hak-haknya untuk kehidupan lebih tenteram, makmur, dan kehidupan yang semakin berkeadilan," tulis Jokowi. Diketahui, setiap tanggal 8 Maret, masyarakat internasional memperingati Hari Perempuan Internasional.

Sejak tahun 1977, peringatan tersebut diresmikan sebagai perayaan tahunan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memperjuangkan hak perempuan dan perdamaian dunia.Kompas.com

Kesetaran Gender, Feminism Fahah Tarat Untuk Menghancurkan Islam
Barat terus memberikan stigma negatif yang dialamatkan  terhadap ajaran Islam, bahwa Islam tidak menghargai kedudukan wanita, memasung kebebasannya, tidak adil dan menjadikannya sebagai manusia kelas dua yang terkungkung dalam penguasaan kaum laki-laki serta hidup dalam kehinaan.

Wanita Islam pun dicitrakan sebagai wanita terbelakang dan tersisihkan dari dinamika kehidupan tanpa peran nyata di masyarakat. Oleh karena itu, mereka menganggap, bahwa Islam adalah hambatan utama bagi perjuangan kesetaraan gender.

Hal yang sangat miris ketika para muslimah mempercayai perkataan barat tersebut dan mulai untuk mensejahterakan perempuan agar terbebas dari segala diskriminasi serta penindasan yang banyak dialami perempuan.

Mereka menganggap bahwa poligami juga bagian dari diskriminasi perempuan. Mereka ingin dianggap setara dengan lelaki yakni bisa berkarir dan berekspresi dihadapan publik dengan bebas tanpa kekangan.

Ini adalah keberhasilan barat dengan ide liberalisme yang ditujukan untuk menghancurkan kaum muslimin secara perlahan.

Paham yang seakan meberikan kebebasan dan menghargai perempuan ini justru sebenarnya adalah bagian dari penghinaan untuk kaum muslimah itu sendiri. Sebab apa yang hendak mereka perjuangkan ini jelas bertentangan dengan kodrat mereka sebagai perempuan yang mulia dan menjatuhkan harga diri mereka.

Islam Hadir Untuk Memuliakan Wanita Dari Kehinaan
Islam adalah sebuah agama yang sangat menghormati seorang perempuan. Bahkan penghormatan itu tercantum di banyak ayat dan hadist.

Islamlah yang sesungguhnya hadir untuk membebaskan wanita dari kehinaan pada masa jahiliyyah. Dimana seluruh umat manusia memandang hina kaum wanita. Orang-orang Yunani menganggap wanita sebagai sarana kesenangan saja.

Orang-orang Romawi memberikan hak atas seorang ayah atau suami menjual anak perempuan atau istrinya. Orang Arab memberikan hak atas seorang anak untuk mewarisi istri ayahnya. Mereka tidak mendapat hak waris dan tidak berhak memiliki harta benda. Hal itu juga terjadi di Persia, Hidia dan negeri-negeri lainnya

Orang-orang Arab ketika itu pun biasa mengubur anak-anak perempuan mereka hidup-hidup tanpa dosa dan kesalahan, hanya karena ia seorang wanita! Allah berfirman tentang mereka,

 وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ . يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

 “Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. An-Nahl [16]: 58)

Kemudian cahaya Islam pun hadir menerangi kegelapan itu dengan risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, memerangi segala bentuk kezaliman dan menjamin setiap hak manusia tanpa terkecuali.  Allah berfirman tentang bagaimana seharusnya memperlakukan kaum wanita dalam ayat berikut:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

 “Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata.

Dan bergaulah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An Nisa [4]: 19)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sering mengingatkan dengan sabda-sabdanya agar umat Islam menghargai dan memuliakan kaum wanita. Di antara sabdanya:

 اِسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

 “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim: 3729)

Hak Dan Kedudukan Wanita Dalam Islam
Sebagaimana laki-laki, hak-hak wanita juga terjamin dalam Islam. Pada dasarnya, segala yang menjadi hak laki-laki, ia pun menjadi hak wanita.

Agamanya, hartanya, kehormatannya, akalnya dan jiwanya terjamin dan dilindungi oleh syariat Islam sebagaimana kaum laki-laki. Diantara contoh yang terdapat dalam al Qur`an adalah: wanita memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam beribadah dan mendapat pahala:

 “Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (QS. An Nisâ [4]: 124)

Wanita juga memiliki hak untuk dilibatkan dalam bermusyawarah dalam soal penyusuan.
“Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya.” (QS. Al Baqarah [2]: 233)

Wanita adalah partner laki-laki dalam peran beramar makruf nahi munkar dan ibadat yang lainnya. Allah berfirman yang artinya :

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Taubah [9]: 71)

Menghargai Diri Dengan Menjalankan Syariat Islam 
Bertolak belakang dengan slogan “tubuhku otoritasku” yang sering dijadikan alasan untuk membebaskan wanita untuk berekspresi sekalipun harus melanggar aturan syara’.

Menutup aurat secara sempurna bagi wanita yang sudah baliq, tidak tabaruj, tidak kholwat dan ikhtilat dengan yang bukan mahrom, serta tidak mendekati zina (pacaran). Hal ini adalah cara muslimah menjaga kehormatan dari khalayak ramai terutama lelaki.

Selain itu muslimah juga telah menyelamatkan dirinya dari panasnya api neraka yang tersedia bagi para manusia yang gemar bermaksiat pada Allah. Sebab kita menyadari hidup bukan selamanya di dunia, akhirat adalah kampung abadi tempat manusia beristirahat.

Kesimpulannya adalah bahwa wanita muslimah tidak membutuhkan adanya perayaan hari perempuan internasional (HPI) atau kesetaraan gander dan feminism yang ditawarkan barat untuk mengangkat derajat dan kehormatannya.

Sebab islam telah memenuhi hal tersebut, bahkan kemuliaan yang islam berikan tidak berdasarkan satu perayaan tertentu. Setiap hari wanita menjadi berharga dan terhormat dengan menjalankan syariat yang Allah tetapkan baginya.

Posting Komentar