Oleh : Iin Susiyanti, SP

Mediaoposisi.com-
Negara Demokrasi.  Obral janji adalah  hal  lumrah dilakukan menjelang Pemilu, salah satu trik untuk meraih kemenangan adalah dengan jalan kampanye.  Dalam masa kampanye biasanya para elit politik  mengumbar janji-janji manis untuk mencuri  hati rakyat. Walaupun janji hanya sekedar janji, karena dalam sistem ini mustahil terwujud.

Dalam acara perbincangan Rakyat bertema Optimis Indonesia  Maju, di Convention  Center, Sentul, Bogor. Ma'ruf Amin  mengatakan, untuk memenangkan pemilihan presiden 2019 perlu memiliki "modal besar". Untuk Indonesia maju, kita harus menang. Menurut beliau, pasangan Jokowi-Ma'ruf telah memiliki "modal besar", yaitu berbagai hal yang telah berhasil diperoleh oleh pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla sebagai landasan yang kuat dan program-program yang akan ditawarkannya akan bertambah. Oleh karena itu, kita optimistis maju dan menang. Oleh pemerintahan saat ini (m.bisnis.com/25/2/2018)

Demokrasi diambil dari bahasa Latin, demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti hukum atau kekuasaan. Jadi demokrasi adalah hukum dan kekuasaan rakyat.  Sumber hukum bukan dari Allah Swt. Melainkan berasal dari buatan manusia. Rakyat adalah sumber kekuasaan, rakyat berhak membuat undang-undang, menggaji kepala negara untuk melaksanakan undang-undang tersebut. Rakyat juga berhak mencabut kembali kekuasaan kepala negara dan berhak mengganti undang-undang.   Mereka mengakui agama, namun agama dikesampingkan tidak boleh turut campur dalam urusan negara.

Akidah sekulerisme muncul tatkala kaisar-kaisar dan raja-raja di Eropa dan Rusia dijadikan perisai untuk mencapai keinginan mereka. Sehingga timbul perlawanan sengit antara para filsuf dan cendikiawan, sebagian ada yang mengingkari agama dan sebagian ada yang mengakui agama. Kemudian diambil jalan tengah untuk memilih memisahkan agama dari kehidupan. Dan menghasilkan usaha pemisahan antara agama dan negara, dan sepakat untuk tidak mempermasalahkan agama ditolak atau diakui.

Sekulerisme menghasilkan 3 teori, yaitu  liberalisme, kapitalisme dan demokrasi. Demokrasi inilah yang menjadi pilihan ideal, karena demokrasi itu memang sistem yang menyerahkan segala sesuatunya kepada keinginan manusia. Sehingga dapat dikatakan demokrasi  lahir dari aqidah sekulerisme.

Demokrasi hanyalah  fatamorgana, dalam pandangan terlihat nyata namun faktanya hanyalah ilusi. Namun  sebagian orang sudah terbius oleh ide demokrasi. Mereka seolah terbuai dengan  janji-janji manis yang selalu “diumbar” oleh para pengusung demokrasi. Sistem demokrasi dianggap mampu membawa kehidupan yang lebih baik, sejahtera dan modern. Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Demokrasi didengungkan menjadi wasilah dalam  mewujudkan kesejahteraan rakyat, pada faktanya juga bohong. Yang terjadi, demokrasi hanyalah alat oleh sekelompok elit wakil rakyat, elit parpol dan elit para pemiliki modal untuk memperkaya diri mereka sindiri sembari dalam menindas rakyat. Jika rakyat menghendaki perubahan  maka demokrasi tidak memberikan hal itu. Yang berdaulat dan berkuasa dalam demokrasi adalah para pemilik modal.

Bukti nyata rusaknya demokrasi nampak pada 4 pilar yang dibanggakan. Kebebasan beragama, ini sangat berbahaya bagi akidah Islam. Manusia akan mudah berganti-ganti agama, karena semua agama dianggap sama. Serta mampu menyuburkan aliran sesat. Kebebasan berpendapat, mengakibatkan individu berhak melakukan pendapat apapun karena tolak ukurnya bukan  kharam-kharam.

Kebebasan kepemilikan. Pemilik modal boleh memiliki dan mengembangkan harta dengan cara apapun. Kepemilikan umum boleh dimiliki oleh individu. Kebebasan kepemilikan ini dimanfaatkan asing untuk melakukan perampokan SDA, dengan monopoli perdagangan, pasar bebas, investasi asing, privatisasi dan hutang. Kebebasan tingkah laku, berakibat manusia tidak mau terikat dengan hukum Syara'. Karena manusia berhak melakukan apapun, berakibat menjamurnya prostitusi,  pergaulan bebas, pornografi, bahkan pemerintah sudah melegalkan  LGBT. Sehingga banyak generasi muda terjerumus dalam kemaksiatan.

Indonesia Maju  Dengan  Khilafah

Untuk mewujudkan cita-cita Indonesia maju, butuh khilafah bukan modal omong besar dan kebohongan. Karena realitas yang terjadi, bahwa hari ini Indonesia dalam kondisi multikritis akibat berkhidmat pada sekulerisme dan demokrasi yang merupakan sistem warisan penjajah.

Dengan kepemimpinan pemerintahan Islam (Khalifah) yang mampu memperbaiki kerusakan dinegri ini. Kepemimpinan Islam adalah wajib  sebagai pelaksana hukum syariah. Pemimpin  berfungsi sebagai raain dan junnah, bertujuan untuk pemenuhan hajat hidup publik yang konsisten dalam bingkai syariah dan prinsip sahih yang diterapkan.

Fungsi pertama adalah bertanggung jawab sepenuhnya dalam pengurusan hajat hidup publik apapun alasan tidak dibenarkan negara hanya sebagai regulator. Ditegaskan Rasulullah Saw,“..Imam (Khalifah) raa’in (pengurus rakyat) dan dia bertanggungjawab terhadap rakyatnya” (HR Ahmad, Bukhari); “Imam adalah perisai orang-orang berperang dibelakangnya dan berlindung kepadanya” (HR Muslim).

Fungsi kedua adalah pembiayaan mutlak. Pembiayaan kemaslahatan publik wajib berlangsung di atas konsep anggaran mutlak, kekayaan negara  termasuk SDA dipergunakan  untuk pembiayaan kemaslahatan publik. Seperti pembiayaan pengadaan dan pembangunan rumah sakit, sekolah, pendidikan tinggi, lembaga riset, industri berat, industri penghasil harta milik umum dan yang penting bagi hajat hidup masyarakat. Pemanfaatan kemajuan sain dan teknologi dimanfaatkan bagi kesejahteraan bagi seluruh rakyat, bahkan juga memfasilitasi setiap orang berada dalam keataan pada Allah Swt. Allah Swt. Berfirman ;
“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,…” (TQS Al A’raf: 96).

Betapa pentingnya  negara kembali kepada kehidupan Islam, karena Indonesia hanya akan maju dan bangkit dengan kembali kepada jati dirinya sebagai umat Islam dan  menerapkan hukum-hukum islam.  Islam ideologi lah modal besar kita. Bukan dengan  mempertahankan sistem rusak  yang jadi alat pemilik modal besar. Lebih dari pada itu, Khilafah adalah ajaran Islam yang diwajibkan Allah SWT kepada kita semua. [MO/vp]

Posting Komentar