Diana Wijayanti 

Mediaoposisi.com-Slogan 'Indonesia Maju' merupakan slogan digaungkan pasangan calon presiden Joko Widodo-Maruf Amin dalam Konvensi Rakyat, yang mengangkat tema 'Optimis Indonesia Maju' di Sentul Internasional Convention Center, Minggu (24/2).

Capres no 1 optimis bisa memajukan Indonesia jika terpilih lagi menjadi Presiden. Tentu ini menimbulkan tanda tanya besar bagi umat mengingat janji-janji yang dulu pernah ditebar tahun 2014 masih banyak yang belum terpenuhi.

Menanggapi janji Capres membuat Indonesia Maju, patut menjadi tanda tanya besar bagi kiat?
Ya, Sebuah cita-cita besar boleh saja disampaikan oleh calon dan wakil presiden. Namun kita tidak boleh hanya terpukau dari slogan saja, tanpa memperhatikan realitas yang ada.

Fakta Indonesia terkini Betul-betul harus kita perhatikan. Misalkan tentang kemiskinan.  Memang Rezim dengan para menterinya menyajikan data-data yang menunjukkan jumlah kemiskinan yang menurun di masa pemerintahannya. Prestasinya positif, bila dilihat angka-angka yang menunjukkan penurunan kemiskinan. Tentu ini adalah bentuk kebohongan yang nyata. Maka wajar kalau rezim diduga sebagai Rezim gagal dan pembohong.

Karena dilapangan umat yang bisa merasakan betapa sulitnya hidup saat ini. Kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat sangat memberatkan. Misalnya Biaya Sekolah yang mahal, biaya kesehatan yang tinggi, menaikkan harga BBM, naik tarif dasar Listrik, dan lain sebagainya, membuat rakyat kian menjerit.

Sementara lapangan kerja semakin sempit, banyak karyawan yang di PHK dengan alasan perusahaan gulung tikar, petani menjerit karena harga hasil panen yang anjlok akibat impor pangan yang dilakukan pemerintah, petani sawit, karet dan yang lain juga tak kalah miris karena harga hasil kebun yang sangat rendah.

Di sisi lain aroma cengkraman Asing terhadap kedaulatan negara kian nyata. Kasus Freeport yang penuh keganjilan dan disinyalir ada kerugian negara yang besar akibat pembelian saham Freeport. Juga banyaknya investasi asing yang menanamkan modalnya untuk mengeruk kekayaan SDA terus berlangsung tanpa ada halangan lagi. Wajar kalau umat menduga bahwa penguasa menjadi antek asing dan Aseng.

Di bidang Politik, tak kalah rusaknya. Kasus korupsi berjamaah makin terbuka, perselingkuhan Penguasa dan pengusaha makin kuat, lihat kasus Reklamasi teluk Jakarta dan juga kasus Meikarta. Semua saling sandra satu pejabat dengan yang lain karena masing-masing punya borok yang siap dibongkar ketika keadaan mendesaknya. Ya, Rezim seperti ini, mustahil mampu mengurus rakyat dengan baik yang ada adalah nafsu kepentingan dan kemaslahatan untuk diri dan kelompoknya yang dominan.

Intrik Politik kian kental mengingat tahun ini adalah tahun politik. Masing-masing kubu saling pegang kartu untuk menjatuhkan. Pencitraan semakin muncul ke permukaan, bukan pelayanan terhadap rakyat secara riil. ironi sekali penguasa saat ini.

Kezaliman demi kezaliman pun menjadi tontonan. Betapa kerasnya rezim memerangi semua pihak yang kritis terhadap kebijakan yang menyengsarakan rakyat. ulama-ulama yang menyeru kebenaran dan tidak setuju terhadap penistaan agama di kriminalisasi hingga penjara, ormas Islam yang lantang menyuarakan Islam dibubarkan tanpa melalui peradilan. Itu semua menunjukkan betapa Zalim rezim saat ini.

Ajaran Islam dikriminalisasi, Khilafah disalahkan dengan tuduhan akan membuat makar terhadap NKRI dan keutuhan negara.

Sementara'Sistem yang diberlakukan saat ini yang rusak dan merusak dipertahankan tanpa mau membuka pemikiran sedikitpun betapa ideologi Kapitalisme dan Sosialisme adalah ideologi rusak yang mengakibatkan keterpurukan kaum muslimin saat ini. Cap Radikal dan Teroris tak ayal disematkan terhadap penyeru Khilafah yang merupakan ajaran Islam, yang ditegakkan oleh Rasulullah Saw dan di wajibkan oleh Allah SWT.

Ini semua akhirnya menunjukkan adanya ketidakadilan hukum yang berlaku saat ini, hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Hukum tumpul terhadap tindak kriminal pendukung Kapitalisme dan tajam terhadap pejuang Islam. Lihatlah kasus Habib Rizieq, Habib Bahar, Ahmad Dani, Bumi Yani dll. Bandingkan dengan Leiskodat, Ade Armando, abu Janda dll. Yang pro rezim dak tersentuh yang kontra langsung ditindak.

Di bidang sosial tak kalah miris. Rezim ini dengan Sistem Kapitalis liberal telah merusak hubungan sosial pria dan wanita. Pornoaksi-pornografi merajalela, seks bebas tak terkendali, LGBT kian menampakkan keberaniannya menentang syariah, kebejatan moral manusia tak bisa digambarkan lagi saking rusaknya.

Dengan melihat fakta kondisi bangsa ini yang semakin semrawut, krisis multidimensi yang mengakibatkan kesengsaraan hidup, banyak musibah dan hilangnya rasa aman, tentu tak ada harapan lagi kita pada Sistem Kapitalisme Sekuler yang diterapkan saat ini.

Karena justru yang menjadi penyebab keterpurukan ini adalah Sistem Kapitalisme sekuler  ini, yang meniadakan peran Allah SWT dalam mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Diganti dengan kesombongan akal manusia yang menjadi tandingan hukum-hukum Allah SWT.

Tak ayal lagi, kedurhakaan ini juga yang memicu musibah bertubi-tubi melanda bangsa ini. Mulai gempa, tanah longsor, tsunami, angin puting beliung, gunung meletus dan lain lain.
Benarlah apa yang di firmankan Allah SWT :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Qs. Al-A’raf:96)

Apa yang menimpa kita saat ini, harusnya membuat kita berpikir ulang untuk mewujudkan harapan menjadikan Indonesia Maju, tentu bukan dengan mempertahankan sistem aturan buatan manusia yang Rusak dan merusak yaitu Sistem Kapitalisme Sekuler.

Kemajuan negara ternyata harus kembali kepada hukum Allah, menjadi hamba Allah SWT yang tunduk dan taat total kepada seluruh syariah-Nya

Sebagaimana firman Allah SWT diatas, jika penduduk bumi ini beriman dan bertaqwa maka Allah akan curahkan keberkahan dari langit dan bumi. Itulah negara yang digambarkan sebagai "Baldatun thaiyyibatun warobbun Ghafur". negara yang diliputi kebaikan, keberkahan, kesejahteraan, keadilan, keamanan dan penuh ampunan dari Allah SWT.

Metode penetapan Syariah secara kaaffah itu hanya dengan menegakkan kembali Negara Islam yaitu Khilafah Islamiyyah.

Khilafah Islam telah terbukti secara empirik mampu menaungi kaum Muslimin dan non muslim hidup harmonis, sejahtera dan penuh keberkahan yang belum ada tandingannya hingga saat ini.
Oleh karena itu membuat Indonesia maju bahkan membuat Dunia ini maju hanya dengan Khilafah Islam.

Maka perubahan yang harus diwujudkan adalah perubahan Rezim dan sistem. Karena Rezim saat ini terbukti gagal mewujudkan kemajuan dan di Indonesia, sudah berkali-kali ganti rezim. Ternyata itu semua tidak mampu merubah kondisi menjadi lebih baik.

Maka saatnya umat paham selain perubahan Rezim butuh perubahan Sistem Kapitalisme sekuler ini menuju penerapan Sistem Islam dalam naungan Khilafah Islam.

Perjuangan menuju penegakan Khilafah saat ini menjadi satu-satunya alternatif yang bisa dilakukan oleh kaum muslimin apapun madzhab dan kelompoknya karena khilafah Islam telah disepakati para ulama muktabar Wajib ditegakkan. Dan merupakan janji Allah SWT untuk menegakkannya.

Realitas persatuan kaum muslimin saat ini yang dipicu oleh Aksi bela Islam 1,2,3 menjadi bukti bahwa kaum muslimin siap membela Islam dan siap berjuang menegakkan Islam, ketika pemahaman Islam Politik telah menghujam di dada.

Maka seluruh potensi umat harus fokus pada penegakan Khilafah Islam sebagai satu-satunya solusi keterpurukan yang ada menuju kemajuan yang Hakiki.

Posting Komentar