Oleh:Linda Annisa
(Aktivis Dakwah Deli Serdang)

Mediaoposisi.com-Inilah  2 slogan yang saat ini tak asing lagi bagi seluruh rakyat Indonesia. Jika kita cermati tidaklah ada yang salah dari slogan ini, karna memang benar bahwa untuk menjadikan Indonesia maju kita membutuhkan modal besar. Namun modal besar ini bukanlah berbentuk uang apalagi sebatas omongan yang kosong pembuktian, ataupun janji-janji palsu yang memuakkan. “INDONESIA MAJU” akanlah sulit diwujudkan bahkan mustahil untuk dirasakan jika demokrasi masih saja dijadikan sandaran. “INDONESIA MAJU” hanyalah sebuah angan-angan jika sekularisme masih meramaikan setiap aspek kehidupan.

Jika kita menilik kembali sistem demokrasi yang saat ini diterapkan di Indonesia, bukankah sistem ini memberi kebebasan untuk berakidah dan berpendapat. Namun mengapa kita dapati semakin maraknya kriminalisasi ulama dan simbol simbol Islam? Demokrasi yang diagung-agungkan oleh rezim ini justru menjadi bencana bagi kaum Muslimin. Sinyal intoleransi telah nyata ditunjukkan rezim ini kepada Islam dan ulamanya.

Hak umat Islam untuk berbicara walaupun sesuai tuntutan agamanya dikekang dengan regulasi ujaran kebencian. Kalimat tauhid yang tinggi dan suci dikriminalisasi dengan alasan penghinaan dan pelecehan terhadap lambang negara. Padahal adakah di dunia ini kalimat yang lebih tinggi dan suci dari kalimat Laa ilaha IlalLah Muhammadar RasululLah?

Selain itu mereka juga berkeras hati mempertahankan sistem ekonomi kapitalisme yang bathil, sistem politik lewat demokrasi yang cacat, dan liberalisme yang merusak. Sementara sikap kritis ulama dan umat Islam tidak dipandang sebagai masukan/kritik menuju perbaikan tapi dianggap sebagai ancaman atas kekuasaannya. Sistem ekonomi yang berdasarkan riba dan privatisasi SDA milik publik telah membuat kenyang kaum kaya dan membuat kaum miskin kelaparan.

Liberalisme telah mencetak generasi negeri ini sebagai pribadi yang individualistik,  mengagung-agungkan gaya hidup bebas gaya barat yang akan menghantarkan negeri ini pada lost generation akibat maraknya seks bebas, aborsi dan LGBT. Liberalisme pula yang berhasil mencetak pribadi yang tak bertanggung jawab yang telah mnyebabkan mewabahnya kerusakan keluarga, kekerasan dalam rumah tangga, penelantaran anak, dan tingginya tingkat perceraian yang mengancam rapuhnya ketahanan keluarga.

Demokrasi juga telah menempatkan negeri ini menjadi negara sarang koruptor dan suap menyuap. Demokrasi pula yang membuat penguasa negeri ini buta dengan penderitaan saudara-saudara kita di Aleppo, Rohingya, Palestina, Pattani dan di belahan bumi yang lain.
Tampak jelas bahwa kapitalisme, demokrasi dan liberalisme tidak akan pernah membawa kemajuan, keadilan dan kemakmuran bagi negeri ini.  Sebaliknya telah membuat negeri ini dalam kondisi carut marut dan menggiring negeri ini ke jurang kehancuran.


Benar “INDONESIA MAJU, BUTUH MODAL BESAR”. Namun kapitalisme dan demokrasi bukanlah modal besar majunya negeri ini.  “MODAL BESAR” itu adalah penerapan Islam kaffah dalam bingkai khilafah yang agung nan mulia. Khilafah akan menerapkan sistem ekonomi Islam yang didasarkan pada ketulusan untuk menjaga kebutuhan rakyat dan peduli bagi kesejahteraan umat manusia. Sistem ini akan menjadi penghalang dan penantang bagi masuknya campur tangan asing, aseng dan asong terhadap kebijakan yang mengeksploitasi SDA milik rakyat.

Khilafah yang akan menjamin tercukupinya kebutuhan setiap keluarga sehingga tak lagi ada tugas ibu sebagai tulang punggung keluarga kecuali mengurus anak-anaknya dan mengatur rumah tangganya. Tidak ada lagi eksploitasi terhadap perempuan karena negara akan menempatkan perempuan sebagai sosok yang mulia dan dijaga kehormatannya. Khilafah juga akan membangun dinding tebal bagi masuknya budaya dan gaya hidup bebas yang bukan berasal dari Islam sehingga terjaga akal, jiwa dan pikiran generasi umat ini.

Khilafah yang akan menghentikan berbagai kriminalisasi terhadap ulama dan umat Islam serta menindak tegas pelaku penistaan Al-Qur’an dengan penegakan hukum dan peradilan yang independen berdasarkan hukum-hukum Islam. Selain itu, sistem Islam menyediakan berbagai jalur di mana individu dapat mengekspresikan kritik atau ketidakpuasan pada tindakan penguasa, serta menghilangkan ketidakstabilan yang disebabkan oleh kezaliman penguasa.

 Khilafah juga tidak akan tinggal diam terhadap berbagai kezaliman dan penderitaan yang menimpa kaum Muslimin di berbagai belahan dunia. Karena Khalifah selain sebagai kepala negara dan pemerintah, Khalifah juga panglima tertinggi dalam Khilafah yang akan mengirimkan pasukan terbaiknya untuk mengakhiri berbagai penindasan terhadap kaum Muslimin di penjuru dunia dan membebaskannya dari tirani rezim yang zalim.

Bukan hanya membebaskan kaum Muslimin saja tapi seluruh manusia yang masih terbelenggu akibat diterapkannya sistem bobrok buatan manusia. Inilah modal besar sesungguhnya yang harus kita jemput bersama-sama. Agar Indonesia maju benar-benar dapat kita nikmati bersama  dengan segera.[MO/sr]

Posting Komentar