Oleh: Mochamad Efendi

Mediaoposisi.com-Sungguh kejam dan sadis penembakan brutal atas kaum Muslimin di dua masjid di Christchurch Selendia Baru. Bagaimana bisa ada orang yang tega membunuh jiwa-jiwa yang tidak berdosa.

Apa yang ada dalam pikirannya sehingga dia memiliki kebencian yang mendalam pada umat Islam. Doktrin apa yang tertanam dalam pemahamannya sehingga dia tega membunuh jiwa-jiwa yang sedang sholat jum'at.

Dia adalah teroris yang layak dihukum mati. Tidak cukup itu ajaran teroris yang sudah membangun pemahamannya harus dimusnahkan dari muka bumi.

Pelaku penembakan ini adalah teroris yang harus dimusnahkan bersama orang- orang dibalik pelaku penembakan itu dan juga ajaran teroris, doktrin kebencian yang mendalam sehingga tega menghilangkan jiwa-jiwa yang sedang mendekatkan diri pada Allah, Tuhan yang menciptakan manusia, alam semesta dan hidup.

Dia pasti tidak sendiri. Ajaran teroris harus dikikis habis. Lalu bagaimana terorisme bisa dimusnahkan di muka bumi ini?

Ajaran terorisme tumbuh subur di sistem demokrasi. Konflik horizontal sering timbul akibat fitnah yang ditebarkan oleh para penguasa yang ingin terus berkuasa.

Demokrasi menghalalkan segala cara bahkan cara radikal dan terorpun dilakukan. Kebencian tumbuh subur yang bisa memicu terorisme. Hoax bertebaran dimana- mana, saling menuduh sebagai teroris dibiarkan saja.

Hukum tidak bisa berbuat apa-apa pada penebar teror dan kebencian yang dalam perlindungan penguasa. Penguasa yang anti kritik dan dzalim, memunculkan rasa tidak puas dari rakyat pada penguasa. Konflik antara rakyat yang tertindas dan penguasa yang sewenang-wenang bisa memunculkan terorisme.

Sering penjaga demokrasi, kaum penjajah asing dan para anteknya,  menuduh dan memfitnah  pihak yang membongkar rusaknya sistem demokrasi sebagai terorisme. Mereka adalah orang-orang yang menikmati kemapanan dalam sistem demokrasi.

 Mereka tidak perduli meskipun banyak rakyat yang terdzalimi. Kaum imperialisme bisa mengokohkan cengkramannya dengan memelihara orang-orang yang diuntungkan untuk menjaga tegaknya demokrasi. Dan terorisme akan tumbuh subur dalam sistem demokrasi.

Sangat berbeda dengan sistem Islam. Tidak ada tempat untuk ajaran terorisme tumbuh dalam sistem Islam. Ambisi kekuasaan bukan tujuan politik namun keinginan untuk mengurusi urusan rakyat. Semua kebijakan diambil untuk kepentingan rakyat.

Rakyat hidup aman dan sejahtera sehingga konflik ketidak puasan rakyat tidak pernah muncul. Rakyat tidak mudah diprovokasi oleh pihak asing yang tidak suka umat hidup damai dan sejahtera.

Hoax dan ujaran kebencian tidak laku karena kran kritik dan saran terbuka lebar. Bahkan suara rakyat kecilpun dihargai dan didengar selama sesuai dengan hukum syara'. Hasutan dan fitnah tidak akan mempan karena Islam sangat menghargai semua orang.

Hukum akan tegas pada terorisme. Mereka tidak mungkin berani muncul jika ingin berbuat teror dan onar. Bahkan ajaran terorisme akan diberantas sampai ke akarnya.

Sungguh hanya khilafah yang akan bisa menghentikan terorisme dan menghancurkan ajarannya sampai ke akarnya sehingga terorisme tidak mungkin bisa tumbuh dalam sistem Islam.[MO/ad]

Posting Komentar