Rizkya Amaroddini
(Jurnalis Media Oposisi)

Mediaoposisi.com- "Ya, kalau Erwin punya sikap begitu saya hargai walau dia tidak minta izin. Cuma kasih tahu. Kalau itu levelnya minta izin, saya tidak kasih izin," kelakar JK saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (26/3).

"Saya sering ajarkan ke keluarga, kemenakan saya juga, bahwa persahabatan seumur hidup tapi politik hanya lima tahun bisa berubah-ubah sikap," katanya. 

Erwin menyadari bahwa dukungannya kepada Prabowo-Sandi tidak sejalan dengan Partai Golkar yang menjadi salah satu partai pengusung Jokowi-Ma'ruf.

Dari fakta di atas menggambarkan bahwa politik begitu kotor, sengol bacok menjadi alat permainan di rezim ini. 5 tahun menjabat hanya di jadikan gerakan untuk mengusai segalanya. Mengapa ? Karena kekuasaanlah yang memegang kendali di Indonesia.

Coba kita perhatikan sekaya-kayanya orang di Indonesia, mereka rela menghabiskan hartanya demi sebuah kekuasaan. Kenapa mereka rela ? karena harta yang akan kembali setelah menjabat akan berlipat ganda.

Sehingga wajar mereka akan menghalalkan berbagai macam cara guna meraih kekuasaan itu. Dari fakta di atas menyebutkan bahwa permainan politik itu sungguh kejam dan pastinya orang-orang yang berkecimbung akan memiliki cerita terkait ‘keuntungan di kursi kekuasaan’ yang belum terkuak.

Sistem yang menopang pun tidak memiliki kejelasan, sehingga wajar kekuasaan itu bukan untuk menyejahterakan rakyat namun untuk meraup keuntungan pribadi. [MO/ra]

Posting Komentar