Rizkya Amaroddini
(Jurnalis Media Oposisi)

Mediaoposisi.com-  "Negara sebesar Indonesia mengelolanya tidak gampang, jadi jangan diberikan ke yang tidak berpengalaman," kata Jokowi di dalam "Deklarasi Dukungan Alumni Jabar Ngahiji" di Monumen Perjuangan, Bandung, Minggu (10/3/2019).

Realita selama masa pemerintahannya selalu mengalami polemik terkait kebijakan yang memberikan dampak besar bagi Indonesia dalam kancah dunia.

"Hati-hati, 269 juta rakyat Indonesia adalah tanggung jawab kita semuanya kalau diberikan kepada yang belum berpengalaman bagaimana jadinya?" tambah Jokowi.

Apakah sebuah pengalaman dapat jadikan dalih dalam memimpin sebuah Negara atau kah hanya sekedar menggoyahkan persepsi masyarakat ?

Janji hanya tinggal janji, Kebohongan menjadi hal biasa, harapan di berikan kepada rakyat namun akan di jatuhkan dalam keterpurukan. Pemberitaan hoaks biasa di jadikan dalih dalam Pilpres 2019 kali ini. Ujaran kebencian di jadikan alat agar para pengkritisi di hakimi masyarakat. Orang-orang kritis berusaha di bungkam !!

"Mengelola negara sebesar Indonesia ini tidak gampang, saya beruntung dimudahkan, diberikan Allah pengalaman mulai dari walikota 2 periode, gubernur Jakarta dan presiden," ujarnya. 

Kalau sudah berpengalaman, pastinya akan menggiring Indonesia menjadi lebih baik ? bukan menggiring ke dalam keterpurukan.  Berbagai kebijakan selalu mengguntungkan pihaknya, rakyat hanya di berikan fatamorgana atas kebijakan tersebut.

Allah memberikan pengalaman kepada anda hanya untuk menyadarkan rakyat Indonesia agar bangun dan sadar bahwa Rezim ini sangat bobrok.

"Jangan dipikir gampang, menguasai masalah-masalah di setiap provinsi, kota kabupaten berbeda-beda karena Indonesia berbeda-beda suku agama, adat, tradisi, bahasa daerah, beda-beda semua dan kita sering tidak menyadari perbedaan-berbedaan itu," tambah Jokowi.

Allah memperlihatkan bahwa sudah saatnya Umat manusia bangun dan sadar atas bobroknya Negeri ini. Sudah saatnya kembali untuk menerapkan solusi dari pencipta. [MO/ra]

Posting Komentar