Oleh : Loly Norsandi

Mediaoposisi.com-Kedatangan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman melakukan kunjungan kerja di China, menjadi secercah asa bagi muslim Uyghur.

Mereka yang sejauh ini harus mengikuti kamp pelatihan atau lebih terlihat seperti kamp penyiksaan yang diadakan oleh pemerintahan China, menaruh asa kedatangan jajaran pemimpin negara kaum muslim ini dapat membawa angin segar bagi saudara seakidahnya ini.

Dengan mesra Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman membuat berbagai kesepakatan, diantaranya :

Cina menjadi salah satu investor utama Arab Saudi, selain Amerika Serikat, Perancis dan Jepang. Data dari America Enterprise Institute (AEI) dalam laporannya berjudul China Global Investment menunjukkan bahwa pada tahun 2016 saja, total investasi Cina di Arab Saudi mencapai 1,25 miliar dolar AS.

Ada empat sektor utama investasi Cina di Arab Saudi pada tahun 2016. Sektor pertama yakni pada bahan kimia. Total investasi Cina mencapai 120 juta dolar AS. Kemudian, Cina juga berinvestasi di sektor transportasi. Jumlah investasinya mencapai 180 juta dolar AS.

Investasi Cina juga merambah ke sektor energi. Cina melakukan investasi sebesar 330 juta dolar AS di sektor tersebut. Terakhir, Cina investasi di sektor perumahan dengan nilai mencapai 620 juta dolar AS. Sektor perumahan sektor dengan nilai investasi tertinggi Cina di Arab Saudi untuk tahun 2016.

Namun, secara keseluruhan, menurut data dari EIA, sektor energi merupakan sektor penting dalam hubungan kerja sama Cina dan Arab Saudi.

Meski pada 2016 investasi Cina lebih didominasi pada sektor perumahan, namun jika dilihat selama 10 tahun terakhir, investasi Cina di sektor energi mencakup satu per tiga dari total investasi Cina di Arab Saudi. Investasi Cina di Arab Saudi pada sektor energi dalam 10 tahun terakhir mencapai 10,08 miliar dolar AS.

Sebaliknya, Arab Saudi juga melakukan investasi di negeri Tirai Bambu tersebut. Data dari National Bureau of Statistics of China mengungkapkan jika total investasi Arab Saudi di pada 2015 mencapai 227,7 juta dolar dolar AS. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 30,6 juta dolar AS.

Untuk program Presiden Cina Xi Jinping, kerja sama internasional tentang deradikalisasi guna mencegah infiltrasi dan penyebaran pemikiran yang dianggap ekstrem. Putra Mahkota menyatakan dukungannya :

“Cina memiliki hak untuk melakukan pekerjaan anti-terorisme dan ekstremisme untuk keamanan nasionalnya,” kata Bin Salman, yang telah berada di China menandatangani banyak kesepakatan dagang pada Jumat (22/02/2019). (M.kiblat.net, 24 Februari 2019)

Padahal, sejauh ini, Cina telah menahan sekitar satu juta Muslim Uighur di kamp konsentrasi, tempat mereka menjalani program pendidikan ulang yang diklaim sebagai perang melawan ekstremisme.

Senada dengan Imran Khan, perdana menteri Pakistan, tempat Pangeran Salman baru saja berkunjung, yang mengatakan dia “tidak tahu” banyak tentang kondisi kaum Uighur.

Setidaknya, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan
telah mengecam tindakan Cina, dan menggambarkan perlakuan terhadap penduduk Uighur mempermalukan rasa kemanusiaan. Erdogan juga menyerukan penutupan kamp konsentrasi.

Siapakah Uighur?

Uighur adalah kelompok etnis Turki yang menganut Agama Islam dan tinggal di Cina Barat dan sebagian Asia Tengah. Atas tuduhan mendukung terorisme, Muslim Uighur tak memiliki kebebasan dalam beragama karena selalu dalam pengawasan ketat pemerintah Cina.

Telah banyak relawan kemanusiaan yang mengabarkan kondisi Muslim Uighur, namun seakan menutup mata, para pemimpin kaum muslimin tak bergeming.

Bahkan kecaman pun, tak mampu menjaga kehormatan saudara seakidahnya, yang darahnya tumpah ruah demi mempertahankan keimanannya.

Sekat-sekat negara dalam bingkai faham Nasional sukses menjadi tipu daya oleh para pembenci Islam. Negara-negara kaum muslimin sukses tersekat-sekat terkungkung dalam batas wilayah seakan lebih layak untuk dia dari pada hadist Rasulullah yang berbunyi ;


مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

Yang selayaknya, kaki terjepit pintu maka wajah berubah refleks menahan sakit yang dialami kaki, dan tangan dengan refleks segera melakukan penyelamatan dengan mendorong pintu yang menyakiti kaki.

Kita sibuk mengatakan "urusi saja urusan negeri sendiri, biarkan mereka diatur oleh negara tempat mereka terdaftar sebagai warga negara"

Padahal ini bukan persoalan yang remeh temeh, ini tentang darah kaum muslimin yang dibiarkan tumpah begitu saja.

Sedangkan mereka yang menitipkan faham Nasional, sibuk mengibarkan sayap memperluas wilayah, menguasai negeri - negeri kecil nan ringkih milik kaum Muslimin.

Berawal investasi, berawal hutang, ketidaksanggupan membayar, dan berakhir penyerahan berbagai kewenangan. Hilang sudah kemerdekaan, meski sosok pemimpin dan birokrasinya masih menghiasi istana negara.

Ini merupakan bukti nyata, bahwa pemimpin-pemimpin kaum muslimin hari ini tak berdaya melindungi umat. Meski mereka memegang tampuk kekuasaan, namun sesungguhnya milik orang lain. Demokrasi, Nasionalisme, Kapitalisme adalah milik kaum Kuffar.

Milik kita adalah hukum Allah, Syari'at Islam, Khilafah. Yang dibutuhkan Uighur, Suriah, Palestina, dan negara kaum muslimin di berbagai belahan dunia adalah kehadiran Al Junnah (Pelindung) naungan yang memberi kesejahteraan dalam bingkai Khilafah Rasyidah, kembalinya kemuliaan umat Islam adalah dengan masuk ke dalam Islam secara Kaffah.


Allah Subhanahu Wa Ta’alaberfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam).

Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur; 24:55)

Penuhilah seruan Allah, jawablah jeritan saudara kita dengan mendakwahkan Islam Kaffah, menyerukan Khilafah sebagai solusi tuntas problematika umat.

Karena hanya dengan Khilafah lah, seluruh aturan Allah dapat diterapkan, dan kaum muslimin yang sekarang dalam ketakutan menjadi aman sentosa sebagaimana janji Allah.[MO/ad]

Posting Komentar