Oleh : Novi Alfi

Mediaoposisi.com-Pernyataan dari cawapres 01 ini membahayakan masyarakat luas. Karena terdapat pernyataan yang seakan mengintervensi isi Al-Qur’an yang telah diturunkan 1400 tahun yang lalu. Padahal A-Qur’an adalah kitab suci yang mulia yang berasal dari Allah SWT dan mukjizat

Rasulullah SAW. Maka, bagaimana sikap kita seharusnya?
Berikut pernyataan Ma’ruf Amin saat memberi sambutannya di Jakarta pada hari Minggu (4/11/2018).

“Jadi tidak ada lagi ungkapan bagimu agamamu, bagiku agamaku, berbeda madzhab saja, madzhab ente madzhab saya. Berbeda partai, berbeda capres. Bagi anda capres anda, bagi kami capres kami,” ujar Ma’ruf Amin. (6/11/2018)

Pernyataan diatas merupakan pernyataan yang menyesatkan bagi masyarakat. Karena telah jelas Ma’ruf Amin mengubah isi Al-Qur’an atau mengganggap isi Al-Qur’an itu salah. Dengan anggapannya “tidak ada lagi ungkapan bagimu agamamu, bagiku agamaku”. Jadi jelas, hal tersebut sama saja dengan mengintervertensi isi Al-Qur’an dan firman Allah SWT.

Selain itu, anggapannya yang menyatakan “bagi anda capres anda, bagi kami capres kami” sama saja dengan meniru gaya isi Al-Qur’an atau membuat ayat dengan gaya bahasa yang persis sama. Sedangkan firman yang langsung berasal dari Allah SWT ingin dihapusnya. Na’udzubillah min dzalik!

Sehingga hendaknya rakyat sadar dan kritis dengan pernyataan kalangan penguasa saat ini. Bahkan calon penguasa negeri ini. Jangan sampai termakan dan percaya begitu saja stigma negatif yang dilontarkan oleh penguasa atau calon penguasa negeri ini. Apalagi pernyataan yang bersentuhan langsung dengan firman Allah dan kitab suci umat Islam.

Sangat berbahaya dampaknya jika rakyat tidak memfilter pernyataan dari calon ataupun penguasa. Bahkan terdapat pula salah satu ormas yang terang-terangan mengintervensi Al-Qur’an. Seakan ayat Al-Qur’an bisa diamandemen olehnya. Astaghfirullah....

Siapapun haram hukumnya untuk mengganti isi Al-Qur’an, ataupun membuat pernyataan yang berlawanan dengan isi Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an adalah firman dan perkataan yang langsung berasal dari Allah SWT. Kita harus meyakininya, mengimaninya, mentaatinya, dan mengamalkan serta menerapkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Jika tidak, maka Allah akan menurunkan azabNya di muka bumi ini. Mudah bagi Allah SWT untuk menurunkan azab kapan saja yang Dia mau. Termasuk mengolok-olok isi Al-Qur’an pun mendapat azab dan musibah yang datang langsung dari Allah SWT. Bukankah kita tidak ingin mendapat azab dan musibah dari Allah SWT?

Jika dibalik dan melihat pada sistem Islam, maka dapat kita lihat. Tidak akan ada seorang pun yang berani menentang dan mengolok-olok isi Al-Qur’an, apalagi amandemen isi Al-Qur’an. Karena dalam sistem Islam aturan dan hukum dilakukan dengan tegas dan sesuai dengan syariat Islam.

Ditambah dengan seluruh masyarakatnya yang faham syariat Islam, dan memiliki akidah yang kuat. Sehingga tidak akan ada rakyat kalangan apapun baik atas dan bawah yang berani mengobrak abrik maupun mencela isi Al-Qur’an.

Dan solusinya adalah kembali pada Islam. Yang mempunyai aturan yang sempurna, dan mempunyai hukum yang tegas. Kembali pada syariat Islam, agar terhindar dari pernyataan buruk dan kotor dari pihak yang ingin mengubah isi Al-Qur’an.

Maka segeralah terapkan sistem Islam dalam bingkai negara, dan segera campakkan demokrasi yang tidak mempunyai hukum yang tegas.

Posting Komentar