Rizkya Amaroddini
(Jurnalis Media Oposisi)

Mediaoposisi.com-  "Saya minta kita semuanya betul-betul bekerja keras dalam waktu yang tinggal 23 hari ini, hati-hati jangan sampai ada perubahan yang disebabkan oleh hoaks," ujar Jokowi dalam orasinya pada saat kampanye terbuka di Alun-Alun Kota Banyuwangi, Jawa Timur, seperti dikutip Antara Senin (25/3).

Jokowi mengatakan bahwa kabar bohong yang beredar terhadap dia dan calon wakil presiden Ma'ruf Amin, sengaja disebarluaskan untuk menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat menjelang pilpres 2019.

Hoaks kembali di gulirkan dalam kampanye terbuka ini. Coba kita kritisi, apa saja berita hoaks yang telah tersebar ? Apakah tujuan di bangunnya kata ‘Hoaks’ ?

Saat menjadi public figure apapun yang akan di ucapkan akan senantiasa beredar di masyarakat dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Namun ada sebuah langkah di mana itu menggambarkan bahwa dia pelaku atau pun tidak.

Faktanya setiap kali berkampanye, klarifikasi kepada masyarakat selalu di berikan dengan bumbu kata ‘Hoaks’. Berbagai media, jurnalis, dan wartawan hanya menyajikan informasi kepada khalayak sesuai realita.

Terkecuali ‘mereka’ yang di tunganggi kepentingan dalam kursi kekuasaan atau keuntungan pribadi. Mari kita berkaca kepada topic kali ini, di mana realita tak sesuai ucapannya. Rakyat bisa menilai sendiri, betapa terpuruknya Indonesia.

‘Hoaks’ menjadi kata kunci untuk menaikkan elektabilitas dan pengklarifikasian terhadap kubu 01 guna membersihkan namanya yang sudah kotor. Nama yang sudah tercoreng tidak serta merta berasal dari dia saja namun para pengikutnya.

Ketakutan mulai menyeruak dalam tubuh 01, hal ini terlihat jelas dalam ungkapan di atas. Makar manusia tiada apa-apanya di banding makar Allah. Allah pun tau bahwa kedzaliman ini telah menjatuhkan Umat Islam.

Hal itu juga menjadi rencana busuk ‘mereka’ yang memperebutkan kursi kekuasaan. Islam hanya di jadikan formalitas di ktp tapi tidak dengan implementasi dalam kehidupan. Wajar jika ‘mereka’ menghalalkan berbagai macam cara demi mewujudkan keinginannya.

Mari umat berkaca dengan rezim yang bobrok ini !! Pantaskah masih di katakan ‘Layak’ ? Pantaskan rakyat menjadi korban demi memuaskan keinginan ‘para penguasa’ ? Pantaskah rakyat memikul penderitaan tiada akhir ?

Saatnya sadar !! Saatnya Bangkit !!

‘Mereka’ tetap berdiri selagi rakyat masih bungkam dengan kedzaliman ini. ‘mereka’ masih kuat karena rakyat tidak mengkritisi. ‘Mereka’ membuat lalai rakyat agar bisa sampai pada kursi kekuasaan dan menindas rakyat.

Jangan pernah takut menyuarakan kebenaran, Cukuplah takut kepada Allah penguasa jagat raya. [MO/ra]

Posting Komentar