Oleh: Mochamad Efendi

Mediaoposisi.com-Jika selama ini sering diperdengarkan pernyataan NKRI harga mati, kenapa tidak berani menyatakan al-Qur'an harga mati.

Ya, sebagai Muslim sejati, al-Qur'an adalah pedoman hidup untuk mengatur kehidupan manusia yang berasal dari Allah yang telah menciptakan manusia, hidup dan alam semesta. Jadi al-Quran pasti sempurna yang tidak boleh meragukan sedikitpun apalagi merubahnya bahkan satu hurufpun dari al-Qur'an.

Mengubah sebutan kafir bagi non-Muslim adalah satu usaha ingin mengubah al-Qur'an. Sudah jelas dalam al-Qur'an mereka yang kafir adalah orang-orang ahli kitab, Nasrani dan Yahudi serta orang-orang musyrik. Jika Allah saja menyebut orang non-Muslim dengan sebutan orang kafir, apakah layak sebagai manusia merasa lebih baik dengan mengubah sebutan itu dengan yang lain yang dianggap lebih santun.

Al-Qur'an adalah sumber dari segala sumber hukum yang tidak boleh diragukan sedikitpun kebenarannya.

Hukum yang merupkan produk buatan manusia harus disesuaikan dengan al-Qur'an jika tidak harus diganti dengan yang sesuai dengan hukum Allah. Jadi bukan al-Qu'an yang harus disesuaikan, namun pemikiran manusia yang lemah harus disesuaikan atau jika tidak pemikiran itu pasti salah dan harus dirubah.

Al-Qur'an adalah harga mati, jadi tidak bisa ditawar apalagi diganti. Ada keinginan merubah satu huruf saja harus diperangi, apa lagi mengganti makna sesuka hati karena menganggap kata-katanya lebih pantas digunakan. Sungguh terlalu arogan merasa dirinya lebih habat dari Tuhan yang menciptakan mereka, manusia.

Al-Qur'an adalah harga mati sehingga apa yang terkandung di dalamnya harus diterapkan secara kaffah untuk mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Hukum buatan manusia harus diganti dengan hukum Allah yang digali dari al-Qur'an.

Jangan menggunakan hukum peninggalan penjajah yang hanya akan menjadikan negeri semakin terjajah. Bahkan, di negerinya sendiri, KUHP penginggalan Belanda tidak pernah digunakan. Itulah hukum kolonial yang hanya diterapkan di negeri jajahannya termasuk Indonesia.

Al-Qur'an adalah harga mati sehingga hanya pemimpin yang mau memimpin dengan al-Qur'an yang boleh dipilih untuk memimpin negeri ini. Pemimpin dzalim yang tidak mau memimpin dengan al-Qur'an harus ditolak. Pemimpin ideal yang sesuai dengan kriteria yang ada dalam al-Qur'an yang layak memimpin negeri yang mayoritas penduduknya Muslim dan meyakini al-Qur'an sebagai pedoman hidup mereka.

Al-Qur'an adalah harga mati sehingga apapun bentuk dan usaha mempermasalahkan al-Qur'an  harus dijadikan musuh bersama umat Islam. Kita harus jaga al-Qur'an bersama walaupun kita yakin bahwa Allah pasti menjaganya. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu menjaga dan memperjuangakan al-Qur'an agar bisa diterapkan secara kaffah dalam kehidupan nyata.

Posting Komentar