Oleh : Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung dalam pidato koordinasi anggota Partai Golkar Provinsi Banten mengatakan Partai Nasdem memiliki niat jahat terhadap Partai Golkar.

"Kalau dalam soal kompetisi sih ya boleh-boleh saja, kalau kompetisi kita harus selalu siap, tapi kalau orang punya indikasi jahat ya kita harus waspada," kata Akbar usai konsolidasi Partai Golkar di Gedung Intermark BSD, Jumat, 15 Maret 2019.

Akbar tidak merinci niat jahat Nasdem seperti apa. Ia hanya mengatakan bahwa ada suatu indikasi jahat yang dirasakannya. Akbar menyampaikan hal ini dalam pertemuan koordinasi anggota partai Golkar provinsi Banten.

Selain Akbar Tanjung, hadir pula Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato, Ketua DPD I Golkar Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah, dan Ketua DPD Golkar Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

Bagi politisi kawakan sekelas Akbar, tentu bukan perkara sulit untuk mengindera persoalan yang belum terjamah oleh penginderaan publik. Pernyataan 'politisi belut' Golkar ini, pasti didasari sejumlah data dan fakta, meski tidak elok jika semua itu diunggah ke publik.

Pernyataan akbar ini, bisa ditafsirkan sebagai 'Early Warning' bagi Golkar agar tidak 'lugu' memahami manuver politik Nasdem. Apalagi, saat ini Golkar berada di satu biduk koalisi bersama Nasdem, sama-sama mengusung Jokowi.

Golkar sendiri sebenarnya paham, beberapa partai yang diinisiasi dan didirikan oleh eks kader Golkar seperti Gerindra, Hanura, Nasdem dan terakhir Partai Beringin Karya, jelas mempengaruhi suara Golkar. Eks kader Golkar ini, tentu akan memboyong sejumlah gerbong di partai beringin untuk hijrah ke partai baru besutannya.

Hanya saja khusus Nasdem, akbar mampu mencium gelagat buruk, berupa adanya niat jahat. Nasdem, tidak saja membawa gerbong secara alami, namun sangat mungkin mencuri gerbong dengan 'paksaan dan intimidasi'.

Pindahnya Suyoto (Kang Yoto) kader PAN yang juga bupati Bojonegoro ke partai Nasdem, tentu dapat menjadi salah satu referensi untuk menguak apa yang dimaksud dengan 'niat jahat Nasdem' sebagaimana diungkap Akbar.

Jika niat jahat ini tidak dideteksi dini, meningkat dan teraktualisasi menjadi 'perbuatan jahat' bukan tidak mungkin Golkar akan bernasib sama seperti apa yang dialami PAN di Bojonegoro.

Tajamnya indera penciuman Akbar ini juga tidak akan berdampak signifikan, jika Golkar tidak segera membuat serangkaian 'tindakan proteksi dini' agar tidak terjadi 'bedol deso' kader Golkar yang hijrah secara massif ke partai Nasdem.

Saya kira Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato, paham apa yang dimaksud akbar. Airlangga yang hadir menyimak wejangan Akbar, tentu memiliki sensitifitas tinggi untuk membuat serum 'imun' untuk melindungi segenap kader Golkar dari gerakan 'Mal Politik' yang mengarah kepada Golkar. Ingat ! Dalam politik, tidak ada koalisi abadi. Yang ada, kepentingan pribadi dan partai.

Sekali lagi, niat jahat Nasdem terhadap Golkar akan segera menjadi perbuatan jahat, jika Golkar terlambat melakukan antisipasi. Nasdem, tentu sangat tergiur ceruk pasar suara Golkar dengan modus 'menculik' beberapa kader potensial Golkar dengan burguining kasus tertentu, untuk diboyong ke partai Nasdem. Bisa jadi. []

Posting Komentar