Oleh : Rizkya Amaroddini
(Mahasiswi STEI Hamfara)

Mediaoposisi.com-  Ahmad Dhani Prasetyo mengaku kecewa dijebloskan di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng. Hal tersebut disampaikan oleh Kuasa Hukum Dhani, Indrawansyach. 

"Dia kecewa, kenapa harus dititipkan di Medaeng. Sedangkan ketidakjelasan dari Pengadilan Negeri DKI Jakarta mengenai dua surat penetapan dikeluarkan hari yang sama kan, tumpang tindih. Makanya kemarin mas Dhani waktu di Medaeng membikin BAP penolakan dipindahkan itu. Dia kecewa, dia merasa seperti yang mas Dhani tulis di kaosnya sebagai 'Tahanan Politik' dan juga ditahannya karena apa. Dia kecewa dengan kasusnya," jelas Indrawansyach. 

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pengkritik di Negeri ini berusaha di bungkam. Gunanya jelas supaya rencana dan jalan yang mereka lalui tidak di halangi oleh pengkritis. Banyak kalangan para pemuda di lenakan guna mematikan analisis mereka terhadap penguasa.

Cara yang mereka lakukan juga tidak main-main, karena mereka yang menguasai  dan mengendalikan pihak hukum dan pengadilan. Siapa yang tidak tergiur dengan uang. Ancaman juga bisa jadi menjadi opsi dalam menghalalkan segala cara mewujudkan tujuan mereka.
Kebobrokan tampak nyata, Apa yang kalian lakukan sudah nampak jelas !!

Para pengkritis selalu di labeli dengan radikal atau berbagai macam gelar, memutar balikkan fakta bahwa pengkritis tidak membela Negeri ini. Sungguh cara murahan bung.

Mereka memahamkan kepada ummat bahwa label seperti itu buruk, namun ummat sekarang banyak yang sadar bahwa apa yang kamu lakukan hanya untuk menutupi kebusukanmu.

Semakin kau bungkam maka semakin banyak suara kritis yang bermunculan. Ingatlah suara kebenaran tak akan pernah padam. Camkan !! [MO/ra]

Posting Komentar