Oleh : Rizkya Amaroddini
(Mahasiswi  STEI Hamfara)

Mediaoposisi.com-  Virus Valentine kian merambak di kalangan para pemuda. Seolah menganggap hari kasih sayang hanya di curahkan dalam 1 hari. Apapun akan di berikan termasuk mahkota yang harus di jaganya. Era millennial tak luput terserang virus ini. Padahal latar belakang adanya V’day adalah rancangan barat untuk  merusak generasi mendatang.


Data pun menunjukkan pada tahun 2017 sekitar 51 persen menganggap berhubungan seks bagi pasangan yang belum halal adalah keharusan. Data Durex menyatakan bahwa penjualan kondom meningkat sekitar 25 persen. Fakta pun menunjukkan setiap tahun berhungan seks dan penjualan kondom mengalami peningkatan.

Sejarah sudah membuktikan bahwa V’day adalah peninggalan non muslim. Justru kalian sebagai pemuda gampang di perdaya oleh barat terutama pemuda Islam. Buka matamu dan fikiranmu kasih sayang bagi setiap muslim itu every time. Bukan di persempit menjadi satu hari.

Kalian itu banyak yang pintar namun bodoh, masih aja mengelak dengan berbagai dalih. Lebih ironisnya mau-maunya di perdaya Barat.  Agama sudah jelas mengatur bahwa perbuatan seperti itu merupakan keharaman masih aja di terjang. Dalil pun sudah jelas

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031. Syaikhul Islam dalam Iqtidho‘ 1: 269 mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269)

Ayolah sadar, kalian itu di perdaya. Logikanya gak akan ada pasangan yang mencintai kita rela merusak masa depan orang yang di cintai. Mereka hanya nafsu bukan cinta. Cinta itu suci dan merealisasikan bukan dengan wujud seperti itu tapi kepastian yakni pernikahan.

Ingatlah masa depan itu akan tergantung dari pemuda. Lah  pemudanya saja sudah di rusak gi mana mau maju. Jadilah muslim sejati tanpa mengikuti scenario barat dan menyadarkan saudara-saudara semuslim yang masih terserang virus V’day agar taubat. [MO/ra]

Posting Komentar