Oleh: Tanti Febrianti 
(Mahasiswi UNIBA Banten)

Mediaoposisi.com- Sejarah Tragis Hari Valentine
Banyak orang diseluruh dunia menganggap hari valentine sebagai hari kasih sayang. Nama valentine sendiri berasal dari salah satu santo atau orang suci dari agama kristen yang memiliki akhir kisah cinta yang tragis. Valentine Day’s adalah tradisi lama yang diduga berasal dari Festival Romawi yang didedikasikan untuk Faunus, Dewa Pertanian Romawi. Pada zaman romawi kuno , 14 Februari adalah hari libur guna menghormati Juno yang merupakan Ratu Mitologis Dewa-Dewi Romawi. Orang romawi menyebut Juno sebagai Dewi Perkawinan.

Ada sejarah yang sengaja dikaburkan pada tanggal 14 Februari, yaitu meninggalnya sosok yang bernama Valentine dengan cara yang mengenaskan.

Pada tanggal 15 Februari, diadakan sebuah perayaan bernama Festival Lupercalia yang umum disebut dengan festival kesuburan. Perayaannya sendiri sungguh beragam, ada yang mengatakan bahwa diperayaan ini semua wanita akan memasukkan namanya kedalam tempat dan akan dipilih oleh pria secara acak dan nama yang dipilih adalah jodohnya. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa wanita yang dipilih akan digunakan sebagai pemuas nafsu lelaki yang memilih.

Membangkitkan Kesadaran Remaja Muslim
Dengan alasan ‘tidak ingin ketinggalan zaman’ dan banyaknya pemberitaan media diluar norma membuat banyak dari mereka dengan bebas mengekspresikan rasa kasih sayang,salah satunya melalui perayaan yang disebut Valentine. Padahal mereka tidak mengetahui bahwa perayaan hari tersebut bukanlah dari Islam. Justru balik mencelakakan pemikiran anak muda yang takut dianggap ketinggalan zaman.

Kurangnya pemahaman tentang islam secara kaffah,yang membuat para remaja khususnya remaja muslim terjerumus pada perayaan Hari Valentine. Padahal dilihat dari sejarahnya, sama sekali tidak berkaitan dengan kasih sayang. Malah merendahkan harga diri seorang wanita. Dan tidak sedikit di zaman sekarang, remaja yang hamil duluan , melakukan aborsi, bahkan bunuh diri.

Seperti dikutip dari  Republika yang memuat hasil survey Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) yang dilakukan diempat kota, diantaranya Surabaya, Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta menyatakan bahwa sebanyak 85 persen remaja berusia 13-15 tahun mengaku telah berhubungan seks dengan pacar mereka. Belum lagi data-data dari fenomena mahasiswa sendiri yang mungkin dari segi pergaulan bebasnya hampir sama atau bahkan lebih ekstrim.

Dengan kondisi yang ada saat ini lantas siapakah yang harus disalahkan? Semua harus membuka mata hati, merenungi dan menyesali apa yang terjadi dengan generasi negeri ini. Namun tidak cukup hanya menyesali dan berdiam diri saja, semua pihak harus harus berjuang dan bekerja untuk memperbaiki fenomena yang ada.

Al-Qur’an juga menyampaikan nikmat Allah SWT karena menjadi petunjuk dan solusi atas segala macam problematika kehidupan ini. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Imran ayat 103, yang artinya:

Dan berpegang teguhlah kamu semua kepada tali (Agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara dan kamu telah berada ditepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat ayat Nya kepadamu, agar kamu mendapat petujuk.

Selain itu, negara juga harus memerhatikan dan peduli kepada masalah masalah umat, terutama masalah pada remaja. Yang pastinya akan menjadi generasi bangsa ini. Serta membangkitkan kesadaran berilmu kepada masyarakat agar tidak ''mengekor'' budaya barat yang jelas bertujuan merusak kesucian agama islam. Itulah ketakutan yang nyata dari musuh-musuh Islam, wajar jika kemudian mereka membuat perayaan Valentine Day’s agar generasi Islam larut didalamnya dan melupakan Al-Qur’an.

MUSLIM, DON’T PARTICIPATE IN VALENTINE DAY’S.[MO/sr]



Posting Komentar