Oleh : Yayangayya
Aktivis dakwah 

Mediaoposisi.com-Siapa sih yang tidak mengenal Valentine day, hari yang jatuh pada tanggal 14 Februari ini yang terkenal dengan sebutan hari kasih sayang, mustahil anak muda zaman sekarang tidak mengetahui Valentine day, biasanya anak muda yang tidak mengetahui Valentine day selalu dibilang gak gaul, deso dan sebagainya.

Namun kebanyakan anak muda zaman sekarang hanya sebatas ikut ikutan zaman atau tren padahal tidak mengetahui apa yang terjadi sebelumnya pada tanggal ini, Kebanyakan dari mereka yang merayakan Valentine day tidak mengetahui sejarah Valentine day itu sendiri.

Pasalnya, menjelang perayaan Valentine semua toko dan supermarket selalu penuh dengan cokelat, mawar, alat pernak pernik yang bisa dikasih kepada orang yang disayangnya, parahnya penjualan alat kontrasepsi dijual bebas dan selalu mengalami peningkatan dengan hari biasanya.

Kontrasepsi jenis kondom dan tisue magic power diperjualbelikan dengan bebas disejumlah minimarket dan lainnya, kebanyakan pembeli alat tersebut remaja berusia 13-20tahun. Sebenarnya ada apa sih pada tanggal 14 Februari ini?

Jadi, pada zaman Romawi Kuno, 14 Februari adalah hari libur, jelas berbeda dengan hari kasih sayang saat ini. Beberapa sejarawan menelurusi asal muasal hari Valentine.

Konon dizaman kekaisaran Romawi kuno, pada masa itu, orang memperingati tanggal 14 Februari adalah hari libur guna menghormati juno merupakan ratu mitologis dewa-dewi Romawi, orang Romawi juga menganggap juno sebagai dewi perkawinan.

Nah, perayaannya dimulai pada tanggal 15, hari ini diadakan sebuah perayaan bernama festival lupercalia yang umum disebut dengan festival kesuburan.

Pada hari ini semua wanita menuliskan namanya lalu disimpan disebuah wadah setelah itu lelaki boleh mengambil salah satu nama wanita tersebut dan dijadikan sebagai jodohnya untuk malam itu dan hanya untuk sebagai pemuas nafsu lelaki itu saja. Lupercalia sendiri adalah moment untuk menyucikan kota dari roh jahat, melepaskan kejahatan dan mencegah kemandulan. Itu adalah sejarah singkat dari hari Valentine.

 Namun bagaimana pandangan islam terhadap hari Valentine? Ternyata islam melarang kita untuk merayakannya. Why? Seperti yang kita ketahui islam adalah agama yang sempurna yang mengatur kita dari bangun tidur sampai tidur kembali. Sudah jelas bahwa islam pasti mengatur hal ini. 1440 tahun lalu Rasulullah saw bersabda

“Sungguh, kalian akan mengikuti langkah orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta. Kalaupun mereka menempuh jalur lubang dhabb (binatang sejenis biawak), niscaya kalian akan menempuhnya.”

Kami mengatakan, “Ya Rasulullah, apakah jalan orang-orang Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. al-Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 4822

Rasulullah saw juga bersabda :
“Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” (HR. Tirmidzi no. 2695)
Valentine day adalah termasuk adat atau tradisi orang kafir, sudah jelas dalam hadits diatas bahwa setiap perbuatan yang menyerupai orang kafir adalah bukan termasuk golongan rasulullah saw. Naudzubillahimindzalik.

Namun, apa yang terjadi pada anak anak muda zaman sekarang? Tanpa merasa bersalah dan dengan bangganya menunjukan identitas muslim namun setiap aktivatasnya menyerupai orang kafir, seperti halnya merayakan Valentine. Bahkan remaja saat ini dengan atas nama cinta, kasih sayang, sebungkus cokelat dan setangkai bunga mawar mereka rela memberikan kehormatannya untuk lelaki yang bukan suaminya.

Hal ini terjadi karena tidak adanya pemahaman islam yang kaffah terhadap anak muda zaman sekarang, dan didukung dengan adanya pemahaman pemahaman liberal yang berasal dari barat yang hidupnya penuh dengan kebebasan, bebas dalam melakukan aktivitas kehidupan selagi itu tidak merugikan orang lain tanpa adanya aturan Agama.

Sama halnya yang terjadi saat ini pemicu terbesar dari Valentine adalah adanya kebebasan dalam pergaulan wanita dan laki laki secara bebas. Padahal islam sudah Mengatur pergaulan wanita dengan laki laki.

Rasulullah saw bersabda :
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, jangan sekali-kali ia berdua-duaan dengan wanita (ajnabiyah/ yang bukan mahram) tanpa disertai oleh mahram si wanita karena yang ketiganya adalah setan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Allah berfirman yang berbunyi :
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (TQS. Al-isra:32)

Larangan tersebut tidak semata mata hanya untuk membatasi pergaulan, tetapi lebih dari itu yaitu untuk menyelamatkan peradaban manusia. Sungguh indah bila aturan Allah ditegakan dimuka bumi ini, kedudukan wanita yang begitu dimuliakan oleh islam sirna begitu saja hanya karena aturan-Nya tidak diterapkan, begitupun kemuliaan wanita lenyap bak ditelan bumi. 

Untuk itu para kids zaman now agar tidak terjerumus pada kebebasan yang sudah jelas dilarang oleh sang pencipta marilah kita mengkaji islam secara kaffah (menyeruluh) dan mengalamalkan nya dalam setiap aktivitas kehidupan kita. Mari kita berjuang bersama sama untuk membangkitkan kembali kejayaan islam.[MO|ge]

Posting Komentar