Oleh: Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-Bunda, tentu paham betapa membahayakannya Game Online, apalagi yang namanya 'Mobile Legend'. Bunda, ada yang setiap malam bingung mencari putranya, ternyata setelah malam baru diketahui 'Ngejogrog' di pojokan warnet lagi 'ngegame'.

Bun, banyak juga yang saking kecanduannya anak-anak rela tidak Jajan demi ngegame. Jika uang jajan tidak cukup, mulailah mereka 'belajar modus' untuk menambah uang tambahan.

Tidak sedikit, dari yang tidak mendapat jatah dari ortu, mereka mencari 'jalan haram' untuk menyalurkan syahwat ngegame. Dari menipu, mencuri, hingga jualan narkoba.

Bunda, saat ngegame putra kita juga 'dipaksa dewasa' melebihi usianya. Game online, termasuk mobile legend sarat dengan adegan pornografi dan pornoaksi. Kekerasan ? Sudah pasti inklud didalamnya.

Kata-kata putra kita menjadi kasar, anjrit, bajigur, dan sederet umpatan yang mereka peroleh alamiah di warnet, menjadi perbendaharaan baku ngegame. Rusaklah akhlak, moral, dan etika.

Bunda, anak juga makin kurus tak terawat, kusut karena banyak begadang, bahkan bunda..ada anak yang ditemukan pagi-pagi tewas di warnet karena ngegame. Mengerikan bunda. Sangat mengerikan bunda.

Adegan porno dalam game, membuat anak menjadi liar, naluri seks nya alamiah terangsang. Anak, menjadi Victor, vikiran kotor. Tidak lagi bisa fokus ngaji dan belajar.

Tapi bunda, ditengah perjuangan kita melawan game online untuk menyelamatkan putra putra kita, generasi harapan bangsa penerus perjuangan kita, Pemerintah justru bikin turnamen piala Presiden. Saat kita berangsur berhasil menjauhkan anak dari game, Presiden Jokowi justru menarik anak kita untuk ngegame lagi.

Bunda, tidak tahu apa yang ada dibenak Pak Presiden. Apakah ini efek dari kepatil udang, sehingga Pak Presiden berfikir layaknya otak udang. Kita berjuang menyelamatkan putra kita dari game online, ini mr. Presiden malah mau bikin turnamen.

Kebayang, motif elektabilitas dibalik game ini. Kemungkinan besar, akan ada babak-babak tertentu, dan level-level tertentu yang menampilkan poto tuan Presiden yang juga nyapres. Ini kampanye terselubung, duit dari negara, untuk menjaring suara kaum milenial.

Kok Ga peduli sama nasib generasi muda, kok yang ada dibenak si otak udang hanya elektabilitas. Yang lalu, tuan Presiden bikin masalah karena jualan isu pembebasan ABB demi elektabilitas, meski gagal. Sekarang, mau diulangi lagi.

Bunda, kita harus melawan bun. Ini bahaya, jangan biarkan Putra kita rusak lagi, setelah sekian lama kita berjuang menyelamatkannya. Jauhkan, putra-putra kita dari turnamen tuan Presiden yang tidak mendidik, bahkan berpotensi merusak generasi bangsa. [MO|ge]

Posting Komentar