Merli Ummu Khila 


Mediaoposisi.com-Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)"Akibat dari hal ini, volume lalu lintas di jalan tol Trans Jawa, masih tampak sepi, lengang. Seperti bukan jalan tol saja, terutama selepas ruas Pejagan," kata Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Tarif Tol Trans Jawa dinilai masih lumayan mahal, baik untuk kendaraan ataupun angkutan barang dan truk.Hal ini diterangkan oleh  yang menyoroti tarif Tol Trans Jawa saat ini yang berimbas pada frekuensi penggunaanya.

Pembangunan jalan tol yang dibangga-banggakan rezim sebagai sebuah keberhasilan, padahal belum melihat bukti kongkrit nya bagi kesejahteraan rakyat. Bukti nya tol malah membebankan biaya masuk yang mahal kepada rakyat. Jika memang di bangun untuk kesejahteraan rakyat, harus nya di gratis kan.

Karena Hakekat infrastruktur adalah layanan publik yang disediakan negara untuk kemudahan akses transportasi dalam mengangkut produksi maupun penumpang. Ini justru memberatkan.

Kepala negara adalah pelayan urusan rakyat , bukan semata-mata individu. Dia dipilih untuk menjalankan fungsi sebagai kepala negara yg memang seharusnya ia lakukan. Jadi  pembangunan tol itu bukan prestasi secara pribadi dan sudah menjadi hak rakyat untuk menikmatinya karena dana pembangunan tol dari uang rakyat juga. [MO|ge]

Posting Komentar