Oleh : Agus susanti 
(Pemerhati masyarakat)

Mediaoposisi.com-Dunia hanyalah sementara, dan akhirat adalah tempat yang abadi. Namun ini hanyalah sebuah dongeng malam bagi para penganut ideology kapitalis-sekuler. Dalam pandangan sekuler, dunia adalah tempatnya untuk bersenang-senang. Sementara akhirat adalah urusan kematian. Alhasil mereka hanya berfokus untuk mengejar urusan  dunia, dan mengkesampingkan perkara akhirat. Bahkan manusia menjadi lebih takut pada bos/ pimpinan dibanding ketakutannya pada Tuhan yang telah memberikannya kehidupan.

 Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara menyindir salah satu aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) di kementeriannya yang memilih pasangan calon nomor urut 02 di Pilpres 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jakarta, CNN Indonesia

Peristiwa yang terjadi diatas menunjukkan betapa sistem sekuler telah menjadi penyakit yang sangat akut yang harus segera diberi pengobatan tuntas. Ide sekuler yang memisahkan agama dengan kehidupan sudah semakin melekat pada tubuh pemimpin dan juga umat yang ada didalam naungan sistem yang rusak ini.

Dari pernyataan yang diberikan Menkominfo, Rudiantara saat menyindir salah satu aparatur sipil negara dengan pernyataan “yang gaji kamu siapa ini” sangat jelas menunjukkan bahwa dalam benaknya setiap karyawan atau pegawai yang menerima gaji dari atasannya baik di perusahaan atau di pemerintahan mereka harus tunduk pada atasannya tersebut. Sebab mereka mendapatkan gaji untuk memenuhi kehidupan sehari-hari darinya.

Sungguh ini adalah kesalahan dalam berfikir. Secara logika saja seharusnya mereka para  aparatur sipil Negara sadar bahwa yang menggaji mereka sebenarnnya adalah rakyat yang melalui pemerintah uang tersebut dikumpulkan untuk menggaji pegawai pemerintahan dan jajarannya sebagia imbalan atas kerja mereka dalam mengurusu urusan rakyat. Jadi seharusnya mereka lebih tunduk terhadap kepentingan rakyat dan bukan sebaliknya.

Hal bijak yang seharusnya bisa kita ambil dari ramainya #yanggajikamusiapa ini membuat kita sadar bahwa selama ini kita sudah terlalu jauh dari sang kholiq. Dalangnya adalah sistem Kapitalis-sekuler yang terus mangajak manusia untuk tidak menyertakan sang kholiq dalam kehidupan. Allah adalah tuhan yang menciptakan alam semesta dan seluruh isinya, termasuk manusia dan tumbuhan. Allah juga menyediakan apa-apa yang dibutuhkan oleh setiap hambanya. Allah pula yang telah memberikan kita kehidupan dan kelak hanya padanya kita akan kembali.

Jadi sudah seharusnya kita lebih takut dan tunduk kepada sang kholiq, dan bukan pada penguasa atau manusia yang lain. Sebab mereka hanyalah perantara jalan Allah memberikan rizeky. Namun rizeky yang sesungguhnya itu berasal dari allah dan sudah dijanjikan sejak kita dilahirkan kedunia ini. Sebagaimana firman Allah :

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

“…… dan tidak satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya” (Surah Hud, ayat 6)

faham sekulerlah yang selama ini membuat kita lupa akan janji Allah tersebut, dan akhirnya menjadikan manusia sebagai sosok yang memberikan rezeky yang kemudian berhak mengatur kehidupan kita.

Maka dari itu sudah seharusnya kita kembali pada pemikiran yang benar. Allah adalah satu-satunya yang berhak mengatur setiap makhluk ciptaannya. Dan manusia hanya diperintahkan untuk beribadah kepadanya, yakni menjalankan seluruh perintah dan menjauhi setiap larangannya. Kelak kita juga akan kembali kehadapannya dengan segala pertanggung jawaban atas apa yang diperbuat selama di dunia.

Dan adalah kewajiban kita untuk menjadikan aqidah kita sebagai jalan untuk membimbing kehidupan. Sebab  islam bukan hanya ibadah ritual belaka, islam adalah landasan hidup dan setiap aturan yang lahir darinya merupakan jalan hidup yang sebenarnya.

Sudah saatnya kita kembali pada kemuliaan, dan meraih keberkahan dengan kembali pada aturan yang berasal dari sang kholiq. Berdiam diri dengan sistem kapitalis-sekuler hanya akan membawa kita pada kehinaan dunia dan akhirat. Sistem islam rahmat pada seluruh alam bisa diwujudkan.[MO/sr]

Posting Komentar