Oleh : Dini Azra 

Mediaoposisi.com-Indonesia adalah negeri yang besar dan tengah berkembang, potensi yang dimilikinya sungguh luar biasa. Tak terhitung kekayaan alam yang terkandung didalam buminya, ataupun pemandangan alam yang terhampar diatasnya. 

Garis pantainya sepanjang 88 ribu kilometer, alamnya menghijau bak jamrud khatulistiwa memiliki lebih 186 ruang hijau, iklim tropisnya dengan suhu udara sekitar 25°C sehingga tidak terlalu panas atau dingin, membuat nyaman untuk ditinggali. 

Begitupun aneka budaya yang mewarnai kehidupan masyarakatnya. Tak heran dunia menjuluki Indonesia sebagai surga tropis .

Karenanya baru-baru ini sebuah agen perjalanan di Inggris, lastminute.com menuliskan bahwa Indonesia masuk 15 besar, negara paling santai di dunia atau Most Chilled Out Countries in the World. Santai disini bermakna positif, berhubungan dengan relaksasi dan cocok menjadi destinasi liburan.

Indonesia berada diposisi teratas, karena dinilai dari beberapa faktor, yaitu faktor banyaknya cuti tahunan, faktor polusi udara, faktor suara dan cahaya (lingkungan), faktor HAM, Budaya dan banyak lokasi spa dan retreat kesehatan. Indonesia menduduki urutan teratas mengalahkan Australia dan Islandia serta 12 negara lainnya.

"Analisis kami terhadap negara-negara yang paling santai di dunia mengungkapkan bahwa Indonesia menempati peringkat sebagai negara yang paling santai dibandingkan semua negara lain dalam penelitian kami," ujar Reigo Eljas, Country Director Lastminute.com untuk Inggris dan Irlandia.

Dengan hasil studi yang menggembirakan itu, tentunya akan lebih memacu pihak pemerintah untuk meningkatkan pembangunan di sektor pariwisata. Diseluruh wilayah termasuk juga di pelosok-pelosok daerah, yang punya potensi wisata seperti pantai, pegunungan, danau, peninggalan sejarah dan budaya lokal.

Tidak heran jika sekarang tempat-tempat wisata baru semakin menjamur, melihat tempat sedikit bagus saja langsung diupayakan menjadi daerah wisata yang bernilai komersial.

Begitupun dengan kultur budaya di masyarakat, terus digali dan berusaha dihidupkan lagi, walaupun terkadang budaya tersebut sudah lama ditinggalkan oleh penduduknya.

" Nguri - uri budhoyo" istilah orang jawa, tanpa memperdulikan lagi apakah budaya itu bertentangan dengan syariat agama atau tidak. Misalnya, budaya larung sesaji, petik laut, penyucian benda pusaka dll, yang mengandung unsur syirik didalamnya.

Namun, ada hal yang jauh dari perhatian pemerintah maupun masyarakat kebanyakan, bahwa Indonesia juga memiliki potensi besar lainnya, yang juga menjadi perhatian dunia. Bahwa kita adalah negeri dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia.

Dan sangat mungkin menjadi benih awal kebangkitan umat Islam. Seandainya saja seluruh muslim yang ada, menyadari potensi itu dan berjuang menghidupkan kembali kesadaran ideologisnya, bahwa Islam tidak terbatas pada ibadah ritual saja, tapi mengatur setiap lini kehidupan.

Maka dengan kesadaran itu, misi dari umat Islam adalah bagaimana agar aturan itu bisa diterapkan secara keseluruhan.

Dan mereka tidak akan mudah terlena atau bangga dengan gelar destinasi wisata terbaik dan semacamnya. Karena dibalik gelar hebat itu, tersembunyi propaganda yang berdampak masifnya liberalisasi dan sekulerisasi di bidang pariwisata.

Seperti kita tahu industri pariwisata saat ini telah menjadi ladang bisnis, sama seperti bidang lainnya. Tujuannya hanyalah mendapatkan manfaat dan materi.

Tanpa memperdulikan nilai, sehingga apapun dihalalkan asal mendapatkan keuntungan. Dampak buruknya antara lain, menyebarkan kemaksiatan, juga masuknya budaya asing tanpa tersaring. Keindahan alam yang sejatinya milik kita semua, kini harus membayar untuk bisa menikmatinya.

Kalaupun ada tenaga kerja yang terserap itu hanya sebagian kecil, membangun ekonomi masyarakat, juga tidak begitu efektif. Karena yang lebih diuntungkan tetap saja para pemilik modal besar. Bahkan pantai dan pulau saja bisa dijual dan dimiliki perorangan.

Ironisnya, bagi negara berkembang tidak ada lagi yang tersisa selain sektor pariwisata. Setelah semua sumber kekayaan alam dikuasai dan dikeruk oleh pihak asing.

Dan sumberdaya manusianya dilemahkan,  hanya bisa menjadi kacung di negeri sendiri. Pemerintah tak berdaya, dan tak tahu cara mengusir mereka, atau mungkin malah mengundangnya.

Jelas sangat berbeda dengan pengelolaan pariwisata dalam Daulah Islam, pariwisata bertujuan untuk dakwah, guna memperkuat keimanan umat lewat tadabbur alam.

Menemukan kecintaannya terhadap Sang Pencipta melalui ciptaan Nya. Negara memfasilitasi, tanpa memungut biaya. Karena secara ekonomi negara sudah tercukupi oleh hasil pengelolaan sumberdaya alam. Tentu saja pengelolaan dengan mengacu pada hadlarah Islam, bukan selainnya.

Jadi tidak mungkin terjadi pelanggaran syariat, hingga berbuah maksiat. Aqidah umat terjaga, kesejahteraan tercipta sebab menerapkan aturan dari Allah Subhanahu Wataala.

Tak ada jalan lain jika ingin mewujudkannya, umat Islam terbesar didunia di negeri ini harus mengawali kebangkitannya.

Dengan merubah cara berpikir yang sekuler (memisahkan kehidupan dan agama), menjadi pemikiran yang benar bahwa Islam adalah ideologi untuk mengatur kehidupan manusia. Sekaligus melakukan dakwah secara lisan maupun tulisan, untuk membongkar makar penjajah barat dan para anteknya.

Penjajahan gaya baru yang sering tidak disadari, dan masyarakat pun banyak yang tidak tahu. Sebab disuguhkan dengan bahasa yang memikat, seolah bermanfaat tapi sesungguhnya menghisap, bagaikan lintah darat.

Barat sangat menyadari potensi yang dimiliki oleh umat Islam, kekuatannya adalah ketika kita bersatu, menolak tipu daya penjajahan mereka.

Karena itu segala upaya dikerahkan untuk menjauhkan kita dari agama, serta membenturkan satu dengan lainnnya. Maka biarlah mereka berusaha sekuat tenaga, dan kitapun juga berjuang menghadapinya.

Mereka boleh berbangga  dengan semua fasilitas dan kekuatan yang mereka punya, tapi kita punya Allah yang telah menjanjikan kemenangan pada akhirnya.

Bagaimanapun kondisi saat ini, dimana hegemoni kekuasaan mereka berlakukan, tapi yakinlah dengan iman dan ketaqwaan, atas ijin Allah Subhanahu wataala Islam akan kembali berjaya.[MO/ad]

Posting Komentar