Oleh: Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-"Mudah-mudahan Pak Ahok bisa menularkan spirit bersih, transparan, dan profesional kepada PDIP. Amin," Sekjen PSI, Raja Juli Antoni, (11/2).

Saya tidak tahu, kenapa ahok begitu menarik bagi partai pro penista agama. Mungkin, karena Ahok telah dikukuhkan sebagai sosok yang menyandang gelar 'napi penista agama'.

Pasca keluar dari penjara, Ahok belum memilih pilihan politik untuk berlabuh Kemana. Euforianya, PSI memang 'ngarep.com' agar Ahok masuk ke partainya. Tapi apa boleh buat ? Ahok memilih PDIP ketimbang PSI.

Entah karena ngambek atau sebab yang lain, PSI melalui Juli Anthony mengeluarkan fatwa yang menyeramkan. Ahok, didoakan menularkan spirit bersih, transparan, dan profesional kepada PDIP.

Waduh, ada apa dengan PDIP ? Apakah PDIP partai kotor ? Partai Pat gulipat, tidak transparan ? Partai yang masih amatiran, sehingga pendatang baru seperti PSI mendoakan PDIP menjadi profesional setelah terkena radiasi Ahok ?

Kita mau uji sedikit. Secara, jika yang dimaksud kotor adalah partai yang tersangkut korupsi, saya kira semua partai masuk kategori 'kotor'. Memang benar, kotornya PDIP terlalu berkarat, PDIP paling juara kadernya yang di cokok KPK. Terakhir, bupati kota Waringin Timur yang juga kader PDIP, dicokok KPK korupsi duit rakyat 5,8 T.

Kalau indikasi tidak transparan, saya malah mau bertanya kepada Juli Anthony. Apa ukurannya ? Apa yang dimaksud transparan itu kalau korupsi harus mengumumkan ke publik ? Kalau demikian, apa ada partai yang transparan ?

Untuk isu profesional, apakah isu tidak profesional itu seperti membuat keputusan yang dibatalkan ? rencana Membebaskan Ust ABB namun dibatalkan bawahan ? Ini kan kelakuan Presiden dari partai PDIP. Apa ini yang dimaksud tidak profesional ? Kalau ini saya setuju, Jokowi memang tidak profesional.

Cuma, apa dengan mendekatnya Ahok PDIP jadi profesional ? Profesional itu apa ? Bentak bentak rakyat ? Mengumpat rakyat ? Menista agama ? Menutup syiar Islam bahkan sampai urusan hewan korban juga di intervensi ? Saya sesat fikir mencerna ujaran Juli Anthony.

Tapi benar juga, bisa saya pastikan PSI adalah partai paling bersih, setidaknya ketimbang PDIP. Sampai saat ini, belum ada satupun anggota DPR atau bupati dari PSI yang dicokok KPK. Kalo ukurannya ini, saya setuju PSI paling 'bersih'.

Tapi bagaimanapun pernyataan PSI ini menambah rusak citra PDIP yang memang sudah rusak. Seharusnya, sesama supir angkot dilarang saling mendahului. PSI harusnya ngaca, dia itu partai bau kencur, partai kemarin sore. Berani-beraninya PSI menelikung PDIP ?

Entahlah, saya kok tidak melihat PDIP ngamuk seperti 'Banteng Ketaton' menanggapi pernyataan PSI. Padahal, pernyataan Juli Anthony juga dikuatkan oleh Grace.

Saya tidak tahu, apakah kader banteng sudah berubah menjadi kebo ? Bahkan kebo yang dicucuk hidungnya ? Terus aku kudu kepiye ? Coba, eta terangkanlah. [MO|ge]

Posting Komentar