Oleh : Mutia Arum

Mediaoposisi.com-Bagai mencari seorang pementas dan penampil terbaik, begitupun yang terjadi di negeri ini saat berusaha memoles jagoannya menjadi sosok yang pantas menjadi seorang pemimpin. Berbagai cara pun ditempuh, mulai dari memoles personal branding, mempersiapkan segala teks pidato hingga memberi kisi kisi dalam acara debat capres yang diselenggarakan 17 Januari 2019 lalu.

Sesungguhnya demi apa itu semua dilakukan? Bila yang dicari adalah calon pemimpin bangsa ini, bukankah seharusnya yang kita ingin perlihatkan adalah sosok original dan bukan yang penuh polesan?

Kita tak hendak mencari artis idola ibukota, tapi yang kita cari adalah sosok yang sanggup mengurusi urusan ummat, menyelesaikan segala persoalan umat.

Maka bila kita masih mendewakan sistem demokrasi sekuler, sistem kepemimpinan yang hanya bervisi duniawi. Lihatlah segala cara akan mereka tempuh demi tercapainya syahwat kekuasaan. Dan beginilah yang terjadi bila sosok pemimpin yang terpilih adalah seseorang yang tak punya visi menjaga agama.

Tengok saja berbagai solusi yang serampangan dan setengah hati. Sebagai contoh BPJS yang kini terbukti menyengsarakan rakyat dengan adanya Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya yang disahkan melalui Permenkes no 51 tahun 2018.

Yang akhirnya menjadikan Jaminan Kesehatan, bukan lagi sebuah jaminan karena rakyat tetap dikenakan Urun Biaya. Belum lagi dengan dibangunnya infrastruktur yang berawal dari undangan pemerintah kepada pemodal asing yang dijanjikan akan mendapatkan keuntungan besar. Walhasil jalan tol bertarif mahal tak mungkin bisa diicip rakyat.

Para supir truk lebih memilih tidak menggunakan jalur tol daripada tak ada uang yang tersisa untuk makan anak dan istrinya.

Begitulah yang terjadi bila pemerintah dan masyarakat tidak mau keluar dari konsep demokrasi sekuler yang akhirnya mengandalkan kecerdasan berpikir dari akal manusia yang jelas jelas terbatas. Dan akhirnya hanya akan menimbulkan persoalan baru tanpa adanya penyelesaian masalah.
     
Inilah jadinya mengapa negeri ini tak kunjung mampu menyelesaikan segala problematika ummat? Karena akar penyebab masalah tidak pernah disentuh, bahkan dikriminalisasi. Andaikan bangsa ini mau sedikit saja mengkaji syariat Islam dengan lebih dalam dan mentafakurinya niscaya segala problematika ummat ada jawabannya.

Karena Islam adalah agama yang sempurna. Yang mengurusi urusan terkecil dalam diri manusia, sampai dengan urusan besar seperti halnya urusan bernegara.

Dan hal itu hanya dapat dilakukan bila negara mampu meninggalkan sistem demokrasi sekuler, dan menerapkan hukum Allah melalui bingkai negara Khilafah Islam yang akan menjadi berkah bukan hanya untuk para pemeluknya, namun juga untuk pemeluk agama lain dan untuk seluruh alam.[MO|ge]

Posting Komentar