Mediaoposisi.com-Segala cara di tempuh untuk menaikan elektabilitas, namun fakta di lapangan program-program yang di canangkan Rezim yang mengaku cinta Ulama ini di nilai tidak mendidik dan cenderung pemborosan.

Belum selesai kebohongan rezim yang mengatakan akan membebaskan Ust. ABB, Ngaciroh kini membuat terobosan dengan menarik popularitas para pemuda dengan mengadakan Tournamen Mobile Legend 2019, yang sebenarnya tidak memberi jalan bagi para pemuda untuk melakukan kegiatan bermanfaat sedangkan para pekerja ilegal China kini membanjiri Indonesia, seperti di Morowali, Sulewesi Tengah.

Pemuda diajarkan ngegame, seperti gayanya presiden kini mencontohkan touring-touringan, ngegame, nongkrong-nongkrong di warung kopi, Blusukan, Membagi-bagikan sertifikat, dari hal-hal yang dilakukan Ngaciroh tak ada yang membentuk mental generasi muda pekerja keras. Sedangkan orang tua para pemuda yang bekerja harus disedot darah, keringatnya sampai kesari tulangnya hanya di janjikan untuk menutup hutang negara.

Presiden Ngaciroh berhutang ribuan triliyun untuk membangun jalan, sedangkan bukan menyejahterakan tani dengan distribusi yang lancar dari program pembangunannya malah di racuni dengan barang impor yang menjatuhkan harga-harga.

Dari sini patutlah kita berfikir, dari sisi mana Ngaciroh cinta Ulama? dari sisi mana ingin menyejahterakan rakyat? Jokowi hanya menguntungkan para kapitalis, para ulama pesanan, para media pengubah kebenaran.[MO/ge]

Posting Komentar