Mediaoposisi.com- Stok beras saat ini diberbagai daerah menipis. Ambil contohnya saja seperti di dua kota kecamatan bekasi mengalami penurunan diakibatkan pasokan beras yang mulai ngadat.

Jika hal ini sampai terjadi krisis pangan tiap daerah, besar kemungkinan bisa menyebabkan rawan pangan di setiap daerah.

Dilihat dari pengamatan harga beras di daerah yang mengalami krisis, harganya telah mengalami kenaikan. Tapi anehnya pemerintah menyatakan aman dengan kondisi seperti ini !..

"Hari ini saya ingin melihat secara langsung stok yang ada di Bulog, terutama beras dan saya lihat memang kalau dibandingkan dengan tahun-tahun yang lalu stok kita tahun ini memang berlipat," kata Jokowi di Klapa Gading, Jakarta.

"Oleh sebab itu stok ini harus kita pakai untuk menjaga agar harga bahan pokok ini terutama beras bisa sedikit turun," tambah Jokowi.

Dari informasi yang dilaporkan kepadanya, harga beras dalam beberapa minggu terakhir sudah menunjukkan tren penurunan. Ini karena upaya Bulog untuk melakukan operasi pasar demi menjaga harga beras tetap terjangkau seluruh masyarakat.

Jokowi berharap kepada seluruh pihak untuk tidak terlalu khawatir. Juga kepada spekulan, Jokowi berpesan untuk tidak memainkan harga. Karena dengan stok yag dimiliki ini, Bulog siap operasi pasar.

Inilah reaksi pemimpin negara ini yang malah menyuruh untuk tidak khawatir. Padahal stok dari berbagai daerah ada yang mengalami penipisan atau ngadat.

Disaat krisis beras sudah pasti ujung-ujungnya impor beras. Lantas jika kebanyakan impor pendapatan negara akan didapat dari mana ?..., Harusnya pemerintah memaksimalkan pengolahan beras di negara ini secara maksimal karena di tiap daerah masih banyak begitu lahan luas untuk memproduksi banyak beras. Masa kalah dengan negara jepang yang tidak banyak lahan tapi bisa menghasilkan beras yang bergizi dan bisa mengekspor ke negara lain.

Lahan Luas Berubah Menjadi Bangunan dan Pabrik
Saat banyak tanah yang bisa diolah anehnya berubah menjadi Bangunan atau pabrik. Seperti yang dialami di daerah yang banyak akan sawah, mereka para petani yang memiliki sawah menjadi jaminan sawahnya kepada tengkulak.

Jika saat memenuhi kebutuhan keluarga para petani rela menjadikan sawahnya jaminan kepada tengkulak untuk melakukan pembayaran saat panen. Tengkulak juga punya jaminan jika nanti tidak bisa melakukan pembayaran saat panen akibat gagal panen maka lahannya akan disita atau di beli oleh para tengkulak.

Para petani yang lahannya sudah dibeli oleh tengkulak menjadi tidak punya lahan. Padahal para petani mendapatkan riskinya dari lahan tersebut.

Setelah itu para tengkulak yang membeli lahan dari petani mengubah lahan menjadi bangunan atau pabrik. Jadinya anak para petani ketika sudah besar malah bangga menjadi buruh atau kerja di pabrik yang dibuat oleh tengkulak ini !...

Hal ini telah terjadi di daerah seperti Klaten, Sukoharjo, Boyolali, Pati dsb. Lantas apa yang dilakukan pemerintah saat ini sampai tidak memperhitungkan permasalah ini.

Kamu tau tidak siapa tengkulak tersebut!...
Tengkulak tersebut adalah para pemilik modal besar kadang pula ada yang dari kalangan aseng dan aseng. Mereka semua bermain untuk senantiasa membuat semakin sensara para petani dan mebuat krisis kian merajalela akibat banyaknya lahan olahan dibuat bangunan dan pabrik.

Akibat Pola Konsumtif Mengejar Kekayaan
.Manusia saat ini dibuat rakus untuk menjadi konsumtif. Akhirnya tidak bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan ?...

Ya akhirnya juga wajar kalau Pak Presiden membuat kebijakan tidak dilihat mana kebutuhan rakyat dan mana kebutuhan Asing dan Aseng ?...

Habis Pabrik Muncullah Makanan Instan
Memang sih !..., tidak semua pebrik yang dibeli para pemilik modal tersebut semua dibuat Pabrik makanan Instant.

Tapi kali ini kami akan membahas tentang munculnya makanan isntant tersebut. Saat sedang berbagai banyak krisis pangan yang melanda negeri ini. Produksi makanan instant kali ini semakin fariatif dan terus mengalamk kenaikan. Bisa dilihat diantaranya: "Indofood, Wings, WICO, Consicience Holding Limited, PT ABC President, Mayora, MEDCO Group, Nissin dsb".

Dari setiap produk makanan yang dibuat diatas ada pangan instant yang merusak sistem tubuh dan bisa melahirkan manusia berbagai banyak penyakit.

Contohnya ya !..., Dulu kalau orang mau ambil jeruk, apel, lemon hanya perlu ke kebun untuk memetik lalu menikmati kesegaran dan nutrisi makanan tersebut dari pohonnya. Sekarang sudah dibuat ilusi seolah-olah makan jeruk, apel, lemon rasanya seperti aslinya. Padahal itu makanan kemasasan instant yang prisai rasanya terkadang tidak baik bagi tubuh kita dan ketika dikonsumsi dalam jumlah banyak bisa menyebabkan penyakit.

Namun kali ini, orang lebih memilih ke Super Market dan membeli minuman berperisa rasa makanan yang tidak "real food" yang justru memiliki kandungan berbahaya bagi tubuh.

Itu sebabnya membuat manusia di jaman modern ini banyak penyakit dan bergantung pada obat hingga akhirnya menguntungkan para pihak Kapitalis Farmasi yang ujung-ujungnya hanya untuk memperkaya diri.

inilah dibalik krisis pangan yang berujung pada banyaknya penyakit yang mengakibatkan keuntungan para Pemilik Modal dan buntungnya rakyat di negeri ini.[MO/sr]

Posting Komentar