Oleh: Andini Sulastri
(Mahasiswa STEI Hamfara Yogyakarta) 
Mediaoposisi.com-Sistem kapitalisme bertanggungjawab atas rusaknya moral yang buruk pada anak bangsa saat ini. Bermula pada sekulerisme yang dimana adanya pemisahan antara kehidupan dengan agama, sampai kepada tiap-tiap individu yang kehilangan perihal adab yang termasuk pada moral seseorang. 

Sangat banyak sekali dampak-dampak dari kesalahan penerapan sistem tersebut. Terdapat kasus-kasus moral yang terdaftar pada negara ini. Dari bangku SD hingga hotel berbintang dan tempat-tempat diskotik, serta tak luput pada akhlak seorang anak pada orangtua dan pada orang sebayanya.

Dari kasus anak SD yang tertangkap sudah bermain cinta dengan teman sebayanya, pencabulan pada seorang anak, pemerkosaan, seorang remaja yang terjerumus pada pergaulan bebas yang di dalamnya terdapat kegiatan mabuk-mabukkan, geng motor, perzinaan, hingga seorang gadis yang mengarbosi kandungannya karena kehamilannya yang tidak di inginkan yang sumber dari perzinaan dengan kekasih yang belum halalnya.

Tersebar banyak video yang di dalamnya perilaku seorang siswa yang tidak memiliki sopan santun bahkan tidak punya adab kepada guru nya sendiri. Berani untuk mengepalkan tangan di depan guru yang telah memberi ilmu dan mendidik dalam bangku sekolah. Bahkan baik siswa ataupun siswi tengah asik bertingkah semaunya tanpa memperhatikan adanya guru di hadapannya. Hingga tersebarnya video tersebut dengan artian saat teman di kelasnya bertingkah kurang ajar terhadap gurunya, namun di samping itu ada pula siswa yang tengah asik memvideokan temannya yang seharusnya dapat mencegah atau mengingatkan temannya atas sikap tidak sopannya itu terhadap guru.

Sungguh ironis melihat bangsa ini yang telah jauh berbeda tingkah laku seorang anak yang sehausnya. Meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa di negara lain terjadi hal yang sedemikian rupa. Namun mengingat orang-orang pada zaman dulu yang begitu hormatnya terhadap orang yang lebih tua, apalagi terhadap guru nya. Sikap tunduk dan hormat melekat pada diri tiap-tiap individu zaman dahulu.

Pentingnya bahwa setiap calon orangtua mengkaji Islam untuk bekal dalam berumahtangga. Karena pola asuh yang salah dari orangtua menjadi poin terbesar atas hasil anak tersebut berkembang dan bertingkah laku. Dan saat sang anak bertumbuh besar namun tidak adanya dampingan dari orangtua dalam bentuk pengontrolan, maka besar kemungkinan sang anak akan terjerumus pergaulan bebas. Bebas akan bergaul, bebas menggunakan gadget, bebas dalam berinteraksi anatara laki-laki dan perempuan, serta dapat bebas dalam beribadah. Tidak terkontrol apakah anak nya melaksanakan sholat atau tidak. Hal ini yang menjadi benih-benih rusaknya moral seorang anak.

Apabila anak dibebaskan dalam penggunaan gadget dan terjebak dalam candu game, maka itu akan merusak otak anak tersebut. Mau tidak mau, sang anak akan mengkonsumsi pornografi yang telah dirancang barat agar otomatis selalu muncul pada situs-situs apa saja yang dipakai. Selain pornografi, bahaya game pun akan merusak kepala sama halnya seperti kepala yang terbentur dan akan mengakibatkan koma 4 tahun lamanya.

Jika dari segi kebebasan pergaulan remaja, sama banyaknya seperti data yang telah terlist. Begitu banyak kasus aborsi atas perzinaan. Itu sama saja tidak punya adab kepada dirinya sendiri. Perlu diketahui bahwa seorang muslim harus menyeimbangkan adab dalam 3 aspek, yaitu ada adab kepada sang pencipta, Allah Subhaanahu Wata’ala; ada kepada manusia dan adab kepada dirinya sendiri.

Adab kepada Allah, senantiasa menjalani segala peraturan-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Adab kepada manusia, senantiasa menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.dan adab pada diri sendiri, senantiasa tidak menzolimi diri sendiri, yaitu dengan menjaga diri, menjaga jiwa, menjaga kesucian dan kehormatannya.[MO/AS]

Posting Komentar