Oleh : Vongola Primo
(Mafia Jurnalis)

"Pemimpin yang sudah jelas telah melakukan kehancuran di negerinya kalau dipilih lagi kehancurannya akan menjadi kuadrat"

kalo nalar gak nyampe jangan dicerna nanti malah mutah

Mediaoposisi.com-Beberapa waktu lalu telingaku merasa geli mendengar ucapan Pak Wiranto yang mengatakan "Maka berkali-kali saya katakan, jangan keliru memilih pemimpin. Sebab menurut agama Islam bahwa satu perkara diserahkan bukan yang ahlinya, maka tunggu kehancurannya" Di Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin 4 Februari 2019.

Hahaha
Sungguh Dungu orang yang masih membela dan ingin Rezim yang jelas melakukan kerusakan kepada negeri ini menjadi pemimpin lagi di tahun mendatang.

Pasalnya ketika kita mau melihat realitas yang ada, yang jelas-jelas ada terjadi di negeri ini bukankah telah tampak sekali kehancurannya? mau di telisik dari manapun, orang yang berakal sehat pasti tahu tanda-tanda dari kehancuran dalam negeri ini

Sebagai contoh dari segi ekonomi hutang pemerintah dan swasta yang mencapai 8000 trilyun lebih, wow?? trus pemerintah mau bayar pake apa? Daun?Dan parahnya lagi hutang itu ada Ribanya, bahkan sampai pemerintah membayar Ribanya aja empot-empotan. Bisa bisa semua sumber daya alam milik Indonesia dijual nih hahaha.

lalu Ketimpangan dimana-mana, Kemiskinan meraja lela. Omong kosong data kemiskinan karena data kemiskinan yang ada saat ini tidak mewakili realita yang ada, akan tetapi hanya menjadi corong Iklannya Rezim Penguasa.

Cobalah ke kampung-kampung bantaran miskin di tengah kota, Lihat!! Tanya!! Rasakan apa yang mereka rasa!! itu lebih jelas faktanya ketimbang data yang ada. Dan agar kita tak mempan ditipu penguasa

Lalu Sumber Daya Alam Indonesia dikeruk Asing bahkan tidak disisakan untuk rakyat, rakyat jelata hanya disuguhkan debu kendaraan besar pengangkut material yang sliwar-seliwer di tanah kita

Bahkan Invest 51% saham Freeport yang dulu dibangga-banggakan hanya menjadi Tong Kosong. Pasalnya bahkan sampai sekarang kita tidak merasakan sepeserpun dari hasil itu

Hoax kah? ya pasti begitulah ucapan orang yang dungu, kenapa dungu karena
1. dia tidak punya argumen dan hanya bisa men-judge
2. dia tidak pernah membaca dan mengikuti realitas politik ekonomi secara meluas sehingga wawasannya dangkal
3. Dia mematikan nalar berpikir bagi dirinya sendiri

Oke lanjut pembahasan berikutnya

Dari segi hukum, hukum di Rezim ini benar benar kacau. Aparat Diperalat, Hukum Dibuat-buat, Yang benar dituduh salah, Yang salah dibuat seolah-olah benar. Maha benar penguasa dengan otak licik yang dimilikinya

Kita bisa lihat bagaimana soal kasus Novel Baswedan dan kasus Viktor Laiskodat, lihat Kasus Ust Alfian Tanjung, Asma Nadia, Jonru Ginting Dibanding dengan kasus Ade Armando, Abu Janda, Deny Siregar, terlihat sekali ketidak berpihakan terhadap keadilah

Kemudian ketika terjadi persekusi pengajian Ust Felix oleh Banser dan pemerintah hanya diam saja? kasus Hoax Chat Habib Rizieq Syihab yang belum kelar sampai saat ini?

Dan yang sangat gila dari rezim ini ialah membuat Perpu Ormas dan Mencabut BHP HTI dengan alasan Delusional dan mengada-ada membuat kedzoliman danmenebar ketakutan pada masyarakat

Nah jelas kan kerusakan yang terjadi saat ini, yang disampaikan di atas hanya segelintir saja masih banyak lagi kerusakan-kerusakan yang nampak yang bahkan bisa dijadikan sebuah penelitian ilmiah hahaha

Sebagai Masyarakat yang sudah tersadarkan kita harus menggalakkan perubahan atas kerusakan yang terjadi saaat ini, jangan diam terus bergerak Insya Allah Sistem pemerintahan yang diridhoi Allah akan tegak tidak lama lagi [MO/vp]

Posting Komentar