Oleh : Merli Ummu Khila 

Mediaoposisi.com-The Economist, "Ketika Jokowi menjabat, Bank Dunia menghitung bahwa tingkat pertumbuhan potensial Indonesia adalah 5,5%. 

Cara terbaik untuk meningkatkan jumlah itu adalah dengan menghidupkan kembali sektor manufaktur, meniru negara-negara Asia lainnya dengan menjadi bagian dari rantai pasokan global," demikian isi artikel  Kamis (25/1/2019).seperti dilansir Detikfinance Jumat, 25 Jan 2019 16:17 WIB

 Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dikritik habis-habisan oleh media ekonomi dari Inggris, The Economist. Kritik tersebut menekankan pada upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan mengedepankan geliat investasi menarik investor.

Analisis the Economist semakin membuktikan bahwa memang rezim ini sudah gagal membangun ekonomi negeri. Sayang nya solusi yang tawarkan Barat tentu tak jauh-jauh dari kepentingan. Karena justru akar dari permasalahan itu justru dari sistem kapitalis neoliberal yang menjajah kita.

Bukankah Indonesia punya kekayaan alam yang luar biasa banyak?. Mengapa tidak dikelola sendiri? Jika Indonesia mau bangkit dari keterpurukan ekonomi maka harus di ganti sistem nya. Sistem yang paripurna yaitu sistem Islam.[MO/ad]

Posting Komentar