Oleh : Aa Imam

Mediaoposisi.com-Btw sebelum saya mulai, curcol dikit bahwa setelah prof. Yusril Ihza melakukan konpers yang menegaskan bahwa HTI bukan organisasi terlarang, dan akan mensomasi sesiapa yang menyebut itu, maka sy merasa lebih lega lagi menulis tentang ormas 'hantu' ini, HTI.

Siapa di belakang HTI? Pertanyaan ini masih terbersit (dan sangat lumrah) di kalangan yang masih belum mengenal apa dan siapa itu HTI. Mungkin yang bertanya masih sebatas melihat HTI adalah kelompok yang rajin turun ke jalan, lalu pertanyaannya, 'siapa ya yang bayar ?'. Ini menarik, membongkar siapa wayang, siapa dalang...

Sebelum menjawab itu, karena HTI ada di wilayah perang pemikiran, maka yang perlu kita bahas adalah peta peperangan pemikiran, yang biasanya peta inipun tidak terlepas dengan peta peperangan di darat.

Peta politik dunia adalah tentang peta perang pemikiran. Kita harus bisa identifikasi siapa sih pemain politik di perang pemikiran, barulah kita bisa menuding bahwa pemain itulah yang berada di belakang permainan yang ia bikin. Visualisasi yang sederhana, kalau papan catur adalah medan perangnya, maka pemain caturnya adalah aktor politik di papan catur itu. Kalau kita mau menuding siapa yang dibelakang HTI, maka kita harus bisa mendefinisikan siapa aktor politiknya.

Kalau tidak bisa menuding, kalau cuma bisa bilang "takutnya hti tidak sadar sedang digerakkan oleh kekuatan yang kita tidak tau siapa", berarti itu hanya khayalan saja, yang menuding HTI hanya proxy tak berotak yang sedang dimanfaatkan otak yang lain. Ini adalah tuduhan yang tak berdasar, dan hanya prasangka belaka, tanpa ilmu, dasarnya hanya karena "takutnya begini dan begitu". But again, ini lumrah, krn belum kenal HTI tho ?

Kita lagi bicara level dunia ya, bukan level negara, ataupun pilpres. Maka pemain politik dunia adalah mereka2 yang memiliki kemampuan kepemimpinan berpikir bagi umat dunia. Pemain politik dunia adalah mereka yang berusaha menguasai dunia, membuat world order, atau memastikan bahwa dunia ada di bawah aturan si pemain itu. Para pemain politik level dunia ini akan senang jika dunia ada di bawah cengkraman dan kekuasaan mereka. Mereka ini #bukanlah presiden suatu negara yang sudah mapan, namun mereka ada di balik presiden suatu negara. Mereka memikirkan sistem hukum yang dianut suatu negara, agar warga negara tunduk sama sistem yang rancangnya.

Si pemain bukanlah proxy, bukan juga partai politik pragmatis, tapi dia entitas ideologis. Untuk menjadi pemain, suatu entitas harus mempunyai konsep ideologi yang diemban, yang akan pemain itu sebarkan ke seluruh dunia. Kenapa Ideologi? kenapa bukan senjata ? Karena Ideologi adalah pemikiran mendasar yang melahirkan peraturan, aturan yang lahir itulah yang akan menjadi senjata yang akan memberikan pengaruh kepada kehidupan manusia.

Ini lebih efektif dan berpengaruh daripada penguasaan senjata. Karena ideologi bersemayam di otak manusia, menjadi believe dan perbuatan manusia yang diaturnya. Pemain inilah yang akan bisa memainkan proxy, bukan sebaliknya. Kalau dia bisa dijadikan proxy, pastilah dia bukan pemain. Masak bidak memainkan pemain catur ?

Singkat cerita, HT adalah pengemban ideologi Islam, yang belum ada satu negarapun yang ketika tulisan ini ditulis, menerapkan ideologi Islam sebagaimana diperjuangkan oleh HT. HT sedang dalam perjalanan menuju kepada diterimanya konsep ideologi dan sistem pada suatu negara, maka yang dilakukannya adalah menyebarkan pemikirannya, menginstal ideologi (pemikiran mendasar yg melahirkan peraturan) kepada sebanyak2nya kepala di setiap negara, sehingga tercapai suatu titik di mana masyarakat suatu negara mengadopsi pemikiran HT, dan menjadikan tujuan-tujuan HT sebagai tujuan masyarakat itu sendiri. Titik di mana dukungan terhadap HT untuk menerapkan sistem Islam diterima di suatu negara, dengan dukungan masyarakat sebagai legitimasinya.

Dilihat dari perilakunya, HT bukanlah berada di atas agenda orang lain, tapi ia berada di atas agendanya sendiri. maka masuklah HT kepada entitas Ideologis, dia mengemban pemikiran, dan memperluas pengaruhnya. lengkap dengan pemikiran dan metoda-metoda yang bisa dilakukan oleh orang yang menerima ideologi itu. Bukan hanya dilevel filosofi, tapi hingga pemikiran (visi) dan metode (misi) yang sangat jelas, Menyatu visi dan misinya, kepada tujuan yang khas.

Contoh aktor politik ideologis di awal abad 20 adalah Vladimir lenin (ideologi komunis), dan Mustafa kemal attaturk (ideologi sekuler). dua tokoh itu mengemban, mengajarkan, dan menyebarkan pemikiran ideologisnya, mengirimkan utusan, membuat entitas politik, hingga masyarakat mengadopsi pemikiran mereka, dan dukungan militerpun mereka dapatkan, hingga akhirnya Lenin berhasil menjadi presiden Unisoviet dengan ideologi komunisnya, dan Mustafa Kemal berhasil menjadi presiden Turki dengan ideologi sekular yang menggantikan sistem khilafah di turki utsmani itu.

Sedang contoh aktor politik ideologis di zaman Rasulullah, adalah rasulullah itu sendiri, Ia yang menyebarkan pemikiran Islam, ia mengirim utusan dan membangun kutlah (kelompok) politik, ia yang menerapkan dan menjalankan hukum Islam, ketika masyarakat dan militer madinah telah mendukungnya dengan menerima Islam di wilayah madinah itu, yang mana setelah itu tersebarlah islam ke seluruh dunia, diikuti oleh perluasan wilayahnya.

Di sinilah posisi HT hari ini di dunia, HT sedang mencari wilayah serupa madinah, yang akan menerima akidah dan hukum yang diemban oleh HT, dan memulai penyebaran pemikirannya ke seluruh dunia, dimulai dari negara pertama yang menerimanya, diikuti dengan perluasan wilayahnya.

Jadi setelah ini, jika terbersit pertanyaan, "siapa sih dibalik HT, kenapa perilaku HT memecah belah bangsa, membuat indonesia hari ini terpolar menjadi 2 kutub, islamis dan anti islamis?" maka anda sudah tau jawabannya. Bukanlah HT sedang dimanfaatkan oleh barat untuk memecah belah bangsa, tapi HT sedang berada di AGENDANYA sendiri untuk memasukkan pemikirannya kepada masyarakat, hingga masyarakat mau mengadopsi pemikiran dan tujuan-tujuannya.

Namun sebaliknya, yang sedang berusaha memecah-belah umat adalah lawan politiknya HT, yaitu kaum sekuler, yang menjadi proxy / antek-antek barat yang ada di luar sana, yang mana antek2 itu berkepentingan agar masyarakat Indonesia tetap terbelah, namun terbelah dalam keadaan tunduk pada aturan mereka, yaitu hukum sekuler. Dengan dipakainya hukum sekuler oleh indonesia, maka penjajahan terhadap di Indonesia dapat terus mereka lancarkan, mereka bisa menjadikan sekularisme sebagai aqidah bangsa ini, dan menjarah SDA Indonesia di saat yang sama.

Sekularisme: ajaran yg memisahkan agama dari kehidupan
Untuk melawan itu, tidak heran jika dengan sendirinya akan terpolar di satu kubu yang berada di bawah pengaruh HT, yaitu grup islamis yang hari ini sering turun ke jalanan, mereka yang sedang dibentuk pemikirannya oleh HT agar menjadi masyarakat yang tidak hanya terikat aqidah yang sama, tapi juga terikat pada tujuan yang sama yaitu mewujudkan diterapkannya syariah dalam negara islam bernama khilafah.

Sedangkan satu kubu disebrangnya adalah kubu yang merupakan antek penjajah, yaitu liberal yang berkedok nasionalis religius, yang dikubu itu sibuk mempertahankan bagaimana caranya agar hukum sekuler tetap diterapkan di Indonesia, sekalipun antek2 itu seorang muslim. Itulah yang menjadi bukti bahwa kubu anti Islam adalah hanya proxy dari kekuatan politik yang ada di balik mereka. Mereka dengan sadar atau tidak sadar sedang bertindak tanduk demi kepentingan tuan mereka, yang ada di belakang mereka.

Bedanya, kalau HT menggerakkan manusia dengan dorongan aqidah dan keta'atan, namun kalau sekuleris barat, menggerakkan manusia dengan dorongan materi, dan tipuan dunia lainnya..

Kalau penulis siapa? yah.. bolehlah anda bilang, saya ini termasuk yang sudah menerima pengaruh dari HT, sy menyebarkan ideologi dan menyampaikan pemikiran HT, dan merasa senang jika ada yang mau menerima dan menyebarkan kembali apa yang sy emban ini. Apakah sya dimanfaatkan oleh HT? tak masalah, yg saya tahu, ideologi Islamlah satu-satunya ideologi yang menggerakkan saya untuk makin dekat kepada pencipta saya, Allah SWT.

Sedangkan ideologi lain, akan menjauhkan saya dari Allah SWT. Dengan ideologi sekular, apalagi komunis, orang akan dipolitisir untuk menjauhkan agama dari kehidupan, tidak seperti yang diajarkan oleh HT, di sini, sy diajarkan untuk mengaitkan semua perbuatan saya dengan hukum syara'. Makin saya berupaya untuk ta'at, makin tenteram hati saya.

Jadi bolehlah dikatakan, yang ada di belakang HT adalah Allah dan Rosulnya, yang diemban oleh HT adalah ideologi Islam, yang  menjadi kepentingan HT adalah "melanjutkan kehidupan Islam", memasukkan sebanyak-banyaknya manusia ke bawah keta'atan kepada Allah SWT, dan menuai limpahan keberkahan Allah ke atas bumi berupa maslahat bagi umat manusia.[MO/sr]

Posting Komentar