Oleh: Nur aina 
(Aktifis Dakwah) 

Mediaoposisi.com-JAKARTA, COMPAS.com – laporan terbaru dari agen perjalanan asal Inggris, Lasminute.com menyebut Indonesia sebagai Most Chilled Out Countries in The Word, atau Negara paling santai di seluruh dunia. Kata “santai” di sini dalam artian positif yang berhubungan dengan relaksasi dan cocok sebagai destinasi liburan.

Laporan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan para pengamatnya. Namun di samping itu masyarakat awam (umum) Indonesia juga dapat melihat dengan berbagai tanda akan banyak dan meningkatnya perihal baru yang terjadi. Di antaranya ialah, bermunculannya destinasi-destinasi liburan yang dirancang sedemikian rupa untuk menarik wisatawan, seperti pantai, danau, perkebunan, perbukitan, pegunungan, dll.

Beberapa Contoh tempat wisata itu adalah suatu lokasi relaksasi yang sangat memanjakan diri. Di samping keindahannya yang membuat ketagihan, Indonesia juga menyediakan fasilitas-fasilitas modern yang membuat wisatawan semakin nyaman dan tentram. Dan tak lupa pula menyertakan hotel-hotel elite di sekitar tempat wisata tersebut.

Membangun dan mempercantik tempat wisata, pastinya memakan banyak biaya. Meskipun dengan adanya tempat wisata akan berbuah keuntungan yang memuaskan, namun tetap harus mengeluarkan banyak modal demi merevolusi tempat wisata itu. Biaya sebanyak itu, hanya akan didapat pada seseorang ataupun sebuah kelompok yang memiliki modal besar, sebagian tempat wisata di Indonesia  bekerjasama dengan asing dalam pembangunannya, yang demikian itu beralasan “investasi”.

Sebagimana kita ketahui, bahwa Negara Indonesia masuk dalam katagori 15 tempat wisata paling santai, sebagian karena spa dan kebugarannya. Sampai-sampai berada di peringkat pertama, maka tak heran lagi akan banyaknya dari kalangan asing yang menanamkan modal ke dalam tempat-tempat wisata di Indonesia. Namun pemilik harta yang menanamkan modal kedalam urusan tempat wisatawan berkunjung, pastinya menginginkan imbalan dari investasi yang ditanamnya. Karena sesunnguhnya di zaman ini tak ada pemberian yang gratis.

Sekilas, mungkin terlihat wisatawan yang berkunjung ke Indonesia membawa keberuntungan yang besar, sangat praktis prosesnya dan dapat membuahkan hasil tanpa kerja keras. Namun di balik itu, sebenarnya banyak sekali kerugian-kerugian yang didera masyarakat Indonesia, khususnya yang berdekatan dengan lokasi tempat wisata. Deraan itu masuk dalam ranah berubahnya pola hidup masyarakat Indonesia. Pakaian yang dikenakan wisatawan sedikit banyaknya  dapat merubah kebudayaan islam di Indonesia. hinnga dengan ini, kerap akan terjadinya peniruan ala-ala turis. Padahal Allah SWT. Mengharuskan seorang muslim\muslimah untuk menutup auratnya dengan sempurna. 

Sebagian Para wisatawan yang berkunjung ke Indonesia pastinya membawa Makanan yang berasal dari negerinya. Bahkan sampai membawa makanan yang tak terjamin kehalalannya. Bagi seorang muslim yang berada di Negeri bermayoritas islam, tentu adalah suatu kekejian apabila memakan makanan haram tersebut. Sehingga,  deraan ini akan memancing pengaplikasian masyarakat Indonesia.

Di samping  itupun masih ada beberapa kerugian fatal atas datangnya wisatawan ke Indonesia. Di antaranya ialah, adab-adab salah yang dilakukan para pengunjung, hal ini sangat berpengaruh pula pada tingkah laku masyarakat Indonesia. Sebab sebagian besar wisatawan beragama selain islam, sedangkan wisatawan yang beragama islam tidak memahami hakikat dalam bertingkah laku menurut pandangan syari’at Allah SWT.

Indonesia harus bangga dan bersyukur atas subur dan indahnya alam pemberian Allah SWT. Karena dengan kesejukan pemandangannya membuat masyarakat di Negeri lainnya terpesona.  semestinya hal ini dijadikan seorang  sebagai ajang pembangkitan keimanan kepada Allah SWT. Serta dijadikan sebagai bahan dalam mempropagandakan agama Islam.

Namun sayangnya hal ini tidak dapat dilakukan. Karena Indonesia saat ini menggunakan hukum yang bukan berasal dari Allah SWT. Dan sampai kapanpun tidak akan pernah terlaksana hukum tersebut jika tidak ada wadah yang dapat menjalankannya. Satu-satunya Sistem yang dapat menerapkan Islam secara kaffah (keseluruhan)  adalah sistem Islam. Aturan ini berasal dari Qur’an, sunnah dan sesuai fitrahnya manusia.

Allah tentu lebih mengetahui hakikat yang ada pada ciptaannya, termasuk manusia. Manusia adalah makhluk terbaik dan istimewa di antara sekian banyak ciptaanNya, sebab Allah menyertakan akal sebagai tempat pertimbangan suatu perbuatan di dalam diri hambanya. Dengan ini pula, Allah memberikan hidayah  berupa Al-qur’an.  yakni, seperangkat aturan yang harus di jalankan. Maka dari itu kita wajib menerapkan segala perintah-Nya.

Sebagaimana firmannya:  “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara kaaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan karena sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (TQS Ali-imran).
Ayat di atas secara gamblang menggambarkan, bahwa islam itu bukan hanya mengatur  masalah ibadah saja, melainkan disetiap lini kehidupan Islam punya aturan dan solusi tuntasnya. Termasuk dalam berekonomi, berpolitik, berinteraksi dll, islampun mengaturnya. 

Seorang hamba pastinya wajib menuruti perintah Allah SWT. Jika tidak, hal ini berdampak pada kehidupan seseorang yang meninggalkan aturanNya. Maka dari itu, kewajiban terbesar saat ini adalah menerapkan hukum syara’ secara sempurna di dalam segala aspek kehidpan. Dan hukum Allah itu hanya dapat diterapkan dengan mendirikan institusi Negara berstandar islam yakni khilafah yang mengikuti metode kenabian.

Sistem islam dulunya berdiri pertama kali di Madinah dalam kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Perjuangan untuk menegakkan Negara islam  ini, membutuhkan proses yang sangat panjang. Maka tak heran metode ini dapat menguasai hampir mencapai 2/3 dunia. Proses dalam mendirikannya tentu membutuhkan para pejuang yang rela berkorban harta, tenaga bahkan nyawanya demi menegakkan hukum illahi di muka bumi ini.

So, penegakkan itu butuh orang-orang ikhlas dan berkualitas serta memiliki ikatan aqidah yang kokoh dalam persatuan, meskipun di dalamnya terdapat perbedaan ras, suku, bangsa dll, takan pernah menggoyahkan keimanan penganutnya.[MO/sr]

Posting Komentar