Mediaoposisi.com-Kemarin Bupati Semarang ribet larang pemilih yang tak pilih Jokowi-Ma'ruf lewat jalan tol. Hal ini sungguh ironi jelas sekarang rakyat telah dipaksa memberi suara hanya demi lewat jalan tol yang sebenarnya di bangun tanpa persetujuan seluruh rakyat Indonesia.

Dimana LUBER JURDIL yang di banggakan jadi cikal bakal Pemilu Indonesia, apakah hanya untuk pencitraan KPU? atau hanya pemanis bibir saat hari-hari mendekati pemilu? Luar biasa, saking biasa di luar negara ini jadi lupa konstitusinya.

Ayo Apa itu LUBER JURDIL?
"Langsung" berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya secara langsung dan tidak boleh diwakilkan.
"Umum" berarti pemilihan umum dapat diikuti seluruh warga negara yang sudah memiliki hak menggunakan suara.

"Bebas" berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
"Rahasia" berarti suara yang diberikan oleh pemilih bersifat rahasia hanya diketahui oleh si pemilih itu sendiri.

Kemudian di era reformasi berkembang pula asas "Jurdil" yang merupakan singkatan dari "Jujur dan Adil".

Asas "jujur" mengandung arti bahwa pemilihan umum harus dilaksanakan sesuai dengan aturan untuk memastikan bahwa setiap warga negara yang memiliki hak dapat memilih sesuai dengan kehendaknya dan setiap suara pemilih memiliki nilai yang sama untuk menentukan wakil rakyat yang akan terpilih.

Asas "adil" adalah perlakuan yang sama terhadap peserta pemilu dan pemilih, tanpa ada pengisti-mewaan ataupun diskriminasi terhadap peserta atau pemilih tertentu. Asas jujur dan adil mengikat tidak hanya kepada pemilih ataupun peserta pemilu, tetapi juga penyelenggara pemilu.

Sistem yang kita banggakan kian tua, usang dan dengan sengaja diabaikan oleh oknum cinta jabatan dan orang pencari kepentingan. Ayo, mari renungkan apa saja yang di janjikan oleh Ir. H. Joko Widodo saat dia berkampanya di masa pencalonan sebelum terpilih di periode 1.

Apakah beliau bersikap shiddiq (jujur)?, amanah (dapat dipercaya)?, tabligh (menyampaikan)?, dan fathanah (cerdas)?

Mari koreksi sebelum jatuh kepenyesalan yang berulang, sadarkan tetangga, keluarga anda sebelum kian menderita oleh kepemimpinan ngaciro berikutnya Naudzubillah.

Posting Komentar