Oleh: Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-Yaqul dan pasukannya menghadap Jokowi, dia masih bawa berkas proposal lama. Map nya juga sama. Jualan radikalisme, jualan isu anti NKRI, jualan tudingan khilafah, jualan isu ASN, PNS, karyawan BUMN terpapar radikalisme khilafah.

Sepertinya yaqult memang belum bisa 'move on', isu khilafah masih terlalu seksi untuk didiamkan. Paragraf proposal yang ditulis juga masih terus mengunggah jargon NKRI harga mati, seolah memposisikan dirinya NKRI tulen. Yang lain imitasi. Dia yang jaga NKRI. Yang lain, perusak negeri.

Tapi ya itu, karena proposal dibuat berdasarkan narasi fiksi kontan saja langsung dibantah JK. Sekalipun ada abdi negara yang mendukung lahirnya negara khilafah, JK melihat itu hanya sekedar gejolak yang terjadi dalam cara pandang.

Yaqult sendiri tidak bisa merinci ASN mana yang bergabung ke kelompok pengusung khilafah. Dia juga tak menyebut kelompok-kelompok yang disebutnya mengusung ideologi khilafah. Harusnya Klo gentle, sebut merk saja. Jangan bikin gaduh Republik.

Tepi aneh juga, tak berani sebut merk tapi ingin pemerintah segera mengambil tindakan sekalipun tidak bisa secara langsung memecat maupun melakukan mutasi terhadap ASN tersebut. Yaqult justru meminta Jokowi membuat dendam, untuk mengubah Undang-Undang (UU) Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN selepas Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019.

Oalah le le, cah lanang, mbok ya ajukan proposal yang lain yang benar-benar berkontribusi untuk umat dan bangsa. Jangan jual produk itu itu saja. Salah memasarkan, justru anak buahmu melakukan tindakan ceroboh, membakar bendera tauhid.

Orang Songong seperti Yaqult ini menganggap yang lain parasit bangsa. Dia saja yang membela NKRI. Padahal, apa prestasi Yaqult untuk bangsa ini ? Paling-paling yang dibanggakan cuma jaga gereja.

Saat umat muslim dinista, Uighur menjerit, Yaqult diem-diem bae. Tapi begitu ada twet yang komplain atas pembakaran bendera tauhid, Yakult n the gank langsung menggeruduk kedubes Arab Saudi.

Ke China 'RUHAMAU BAINAHUM' ke sesama muslim 'ASY SYIDA', apa yang mau dibanggakan dari orang model Yaqult ini ? Siapa Umat Islam yang bisa selamat dari lidah Yaqult ini ?

Sudahlah, satu 'tamparan' dari JK ini cukup untuk membuat Yaqult tidak ngelindur. Meracau tidak karuan. Mengulang ulang Mantera NKRI harga mati. Orang seperti Yaqult ini justru yang membuat NKRI mati harga. Nilainya jadi turun sebatas harga nasi bungkus.

Sudahlah Anda membaca komentar Yaqult hari ini ? Saya sarankan hindari. Karena komentar Yaqult, terlaku sering menyakiti hati umat Islam. [MO/ge]

Posting Komentar