Oleh: Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-Sudahlah Pak Wiranto, jangan mengumbar tudingan 'hoax' dan 'terorisme' untuk kami yang konsisten terikat dengan Islam dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam berpolitik. Tentu saja, kami tak akan melepas identitas Islam dalam amaliyah politik yang kami lakukan.

Pak Wiranto, saya ajari. Dalam Islam, setiap amal itu terikat dengan hukum syara'. Seseorang, tidak boleh melakukan amal (perbuatan) sebelum jelas status hukumnya, apakah wajib, sunnah, makruh, haram atau mubah.

Karenanya, sebelum memilih pemimpin, kami menggunakan standar identitas Islam untuk menentukan, apakah memilih Jokowi itu wajib ? Sunnah ? Makruh ? Mubah ? Atau malah haram ?

Dan faktanya, kami mendapati kesimpulan memilih Jokowi itu haram. Karena apa ? Banyak. Banyak sekali, termasuk tindakan Jokowi dan Anda yang menerbitkan Perppu untuk membubarkan ormas Islam dan memerangi ajaran Islam khilafah.

Intinya, dalam Islam itu haram memilih pemimpin yang represif dan anti Islam. Jadi, jangan paksa kami meninggalkan identitas keislaman kami, kemudian menghalalkan apalagi sampai mewajibkan memilih Jokowi.

Ada Resiko ? Iya, resikonya Jokowi kalah. Karena Anda di pihak Jokowi, Anda khawatir identitas kami membuat Jokowi kalah. Ya tidak usah salahkan identitas kami, salahkan praktik pemerintahan Jokowi yang represif dan anti Islam.

Mau bukti ? Dahulu, sebelum Jokowi dikenal represif dan anti Islam kami memilih Jokowi. Karena pilihan kami umat Islam, Jokowi bisa menang dan menjadi Presiden.

Sedangkan saat ini, kami melihat dengan mata kepala kami sendiri, selama empat tahun lebih memimpin Jokowi itu terbukti represif dan anti Islam. Belum lagi suka ingkar janji, dusta dan khianat. Jadi yang menyebabkan kami tidak memilih Jokowi itu bukan identitas keislaman kami, tetapi kelakuan Jokowi yang suka ingkar janji, dusta, khianat, represif dan anti Islam.

Satu lagi, jangan tuding kami radikal, teroris, penyebar hoax karena kami terikat dengan Islam dan konsisten membongkar kebohongan Jokowi. Yang disalahkan itu seharusnya Jokowi, kenapa dia ingkar janji ? Kenapa dia khianat ? Kenapa dia represif dan anti Islam ? Jangan salahkan kami yang tidak mau memilihnya.

Lagipula, Anda mau ngomong apapun kami tidak akan hiraukan. Sekali lagi, kami hanya terikat dengan hukum
syara'. Tidak ada pengaruh apapun, meski sebesar zarah, semua ancaman dan tudingan-tudingan.

Pak Wiranto ? Berhentilah, menebar tudingan kepada kami umat Islam. Berhentilah, menghalangi dakwah Islam. Karena siksa Allah SWT itu pedih, camkan ! [MO/ge]

Posting Komentar