Oleh: Al Azizy Revolusi

Mediaoposisi.com-Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum kaum muslimin di dunia untuk menegakkan syariat Islam dan mengemban dakwah ke seluruh penjuru dunia.

Selama lebih dari 1300 tahun, khilafah telah berhasil menaungi dunia Islam, menyatukan umat Islam seluruh dunia dan menerapkan Syariah Islam secara Kaffah. Dengan itu Islam sebagai rahmatan lil 'alamin benar dapat diwujudkan.

Will Durant, dalam The Story of Civilization, vol. XIII, menulis: "Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka.

Para khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukannya, memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka.

Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan lebar luas, hingga tindak berbagai ilmu, sastra, filsafat seni mengalami kemajuan luar biasa, yang menjadikan Asia Barat sebagai bagian dunia paling maju peradabannya selama 5 abad."

Syariah dan Khilafah bagaikan dua sisi dari sekeping mata uang. Tepat sekali ketika Imam Ghazali dalam kitab Al Iqtishad fi Al I'tiqad menggambarkan eratnya hubungan antara syariah dan Khilafah dengan menyatakan:

"Al din uss wa al sulthon haris - agama (al din) adalah pondasi (ussun) dan kekuasaan (al sulthon) adalah penjaga (harisun)." Lebih lanjut ditegaskan Imam Al Ghazali: "wa ma la ussa lahu fa mahdum wa ma la harisa lahu fa dha'i - apa saja yang tidak ada pondasinya akan roboh dan apa saja yang tidak ada penjaganya akan hilang."

Tapi sayang sekali, payung dunia islam itu kini telah tiada. Pada 1924, mustafa Kemal Pasha keturunan Yahudi dengan dukungan Inggris, secara resmi khilafah Islamiyah yang berpusat di Turki. Akibatnya, umat Islam hidup bagaikan anak ayam kehilangan induk, tak punya rumah pula. Maka, tepat sekali ketika para ulama menyebut hancurnya Khilafah sebagai Ummul Jaraim (induk dari segala kejahatan).

Karena ketiadaan Khilafah, kaum muslim terjajah dan terusir dari kampung halamannya. Lihatlah umat Islam Palestina, Rohingya - Myanmar, Ghouta - Rusia, Kashmir - India, Uighur - Cina dan lain-lain. Tak ada pelindung sebagaimana sabda Rasulullah Saw: "Imam (khalifah) itu laksana perisai; kaum muslim diperangi (oleh kaum kafir) di belakang dia dan dilindungi oleh dirinya." (HR. Muslim)

Padahal dulu Khalifah Al Mu'tashim Billah mengerahkan pasukan besar-besaran hanya karena seorang wanita muslimah yang ditawan oleh Raja Romawi.

Sebagai pemimpin kaum muslim, ia sedikit pun tak membiarkan umat Islam diperdaya oleh orang kafir. Bagaimana dengan pemimpin saat ini? Tak ada lagi sosok seperti Al Mu'tashim Billah sang khalifah.

Oleh karena itu, menyadari arti pentingnya Khilafah dan betapa vitalnya bagi Izzul Islam Wal Muslimin, umat Islam tidak boleh tinggal diam.

Umat Islam harus terus berjuang keras menegakkan kembali Khilafah Islamiyah yang akan menyatukan berbagai negeri Islam; menjaga kehormatan kaum muslimin; dan menolong kaum tertindas.

In syaa Allah masa itu akan segera tiba karena memang telah di-nubuwah-kan oleh Rasulullah Saw.: "Kemudian akan datang kembali Khilafah yang mengikuti metode kenabian." (HR. Ahmad) Allahuakbar![]

Posting Komentar