Oleh: Salamatul Fitri
(Anggota Komunitas Muslimah Jambi Menulis)

Mediaoposisi.com- Derita tidak selesai menghampiri kaum muslim. Selama mereka kehilangan perisainya maka selama itu pula  musuh-musuh islam akan terus menzalimi umat ini. Derita muslim Palestina, Suriah dan Rohingya belum kering sekarang ditambah derita muslim Uighur.

Salah satu suku muslim yang berdiam di provinsi Xinjiang, Republik Rakyat Tiongkok. Sejak tahun 2014, mereka mengalami peristiwa yang menyesakkan dada. Pemurtadan massal dilakukan, prosesi ibadah dihalang-halangi bahkan kebebasan tidak mereka miliki.

Begitu lah jika komunis sudah berkuasa. Mereka menganggap bahwa agama adalah candu yang merusak sehingga harus dimusnahkan. Islam menjadi musuh utama mereka karena menganggap ajaran islam begitu taat dalam pelaksanannya. Hal demikian begitu dibenci para komunis Cina. Sehingga mereka berupaya untuk menghilangkan eksistensi agama terutama islam.

Pada Agustus 2018, sebuah komite PBB mendapat laporan bahwa hingga satu juta warga Uighur dan kelompok Muslim lainnya ditahan di wilayah Xinjiang barat. Mereka menjalani apa yang disebut program “reedukasi” atau pendidikan ulang. (www.bbc.com, 19/12/2018).

Kamp reedukasi menjadi bukti nyata bahwa tindak pemurtadan itu terjadi. 1 juta muslim uighur di tahan di kamp reedukasi guna menanamkan pemikiran komunis, lagu-lagu komunis sehingga mereka bisa meninggalkan islam. Selain itu, siksaan fisik pun mereka rasakan dengan duduk di kursi harimau yang didera dengan berbagai siksaan serta memakan daging babi dan juga alkohol.

Muslim yang dibiarkan beraktivitas diawasi dengan mengirimkan para mata-mata untuk mengawasi aktivitas muslim uighur supaya tidak sholat, mengaji dan aktivitas ibadah lainnya. Perempuannya diperkosa secara massal serta dipaksa dinikahkan dengan non muslim suku Han guna asimilasi budaya.

Dunia bungkam dengan derita muslim uighur. Kecaman memang hadir tetapi tidak sampai kepada aksi nyata guna menyelamatkan mereka. Rezim ini pun sama, diam dan membisu. Tidak ada suara kecaman disana. Apakah karena hutang nya?

Ya, bisa jadi hutang luar negeri indonesia dengan cina memang begitu besar ditambah berbagai proyek infrastruktur yang sedang berjalan proses pengerjannya. Semuanya adalah kerjasama dengan komunis cina. Diamnya penguasa ini menandakan bahwa kepentingan diatas segalanya. Segala derita muslim uighur tidak bearti apa-apa guna kerjasama yang sedang terjalin.

Wahai pemuda muslim, dunia membutuhkan peran besar mu. Islam membutuhkan semangat juangmu guna menyonsong perubahan bagi dunia dan juga islam.

Hari ini kaum muda Millenial, menjelma menjadi sebuah gerakan besar yang dengan semangat mereka mampu menerobos tembok besar Roma. Layaknya Muhammad Al-Fatih yang dengan gagah beraninya mampu menaklukan tembok Konstantinopel. Jadilah anak muda calon penolong agama Allah, calon pemimpin dan pencetak generasi terbaik. Sebab di tangan anak muda dan kaum muda lah Islam ini, dahulu pertama kalinya ditegakkan.

Ingatlah sosok Mushab bin Umair, sang pemuda Quraisy yg semasa hidup dalam jahiliah tampan dan kaya raya, tetapi semuanya tinggal tatkala iman dan Islam masuk dalam relung hatinya. Ia berjuang meninggikan Islam di atas kekufuran, ia penjaga Panji Al Liwa di Medan Uhud hingga Rasul sedih saat mendengar kabar wafatnya.

Ingat jualah kisah Ja'far si juru bicara yg diutus rasul hijrah ke Habsyi, tiap tutur katanya melenakan dan penuh dgn makna hingga menggugah hati sang Raja Habsiy. Masya Allah. Belum lagi cerita heroiknya di Medan Mu'tah, saat panglima Zaid bin Haritsah telah syahid, maka ia angkat bendera Rasul menggantikan kepemimpinan Zaid, hingga ia pun tertebas sayatan pedang, kedua tangannya putus, namun ia bersikukuh memeluk bendera Rasul, ia rela bersimbah darah, rela kan tangan nya hilang demi Panji Laa Ilaha Illalahu Muhammad Ar Rasulullah.

Mari mengulang sejarah kembalinya para pemuda Islam terdahulu di zaman milleneial ini.  Dengan menjadi pemuda muslim yang berjuang mengembalikan peradaban islam yang mulia. Menegakkan dinull Allah di muka bumi guna mengembalikan pelindung hakiki muslim uighur yakni Khilafah Rasyidah ala Minhajin Nubuwwah. Wallahu’alam bisshawab [MO/sr]



Posting Komentar