Oleh: Novita Sari Gunawan
(Mentor Kelas Opini Akademi Menulis Kreatif) 

Mediaoposisi.com-  Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diyansah mengungkapkan terkait giat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pada Rabu 23 Januari 2019. Melalui pesan whatsapp ke Tribun Lampung, ia mengatakan pihaknya melakukan kegiatan OTT ditiga lokasi terpisah. 

"Iya, kami lakukan OTT di Bandar Lampung, Lampung Tengah dan Mesuji," ungkapnya Kamis dini hari, 24 Januari 2019. Febri menyebutkan setidaknya ada delapan orang yang terjaring OTT ini, termasuk Kepala Daerah Mesuji Khamami. "Sampai saat ini yang diamankan 8 orang dari unsur Kepala Daerah/Bupati, PNS dan Swasta," bebernya. 

OTT dilakukan atas dugaan transaksi suap terkait proyek-proyek infrastruktur di Dinas PUPR di Kabupaten Mesuji. Febri mengatakan pihaknya mengamankan uang dalam pecahan Rp 100 ribu dalam kardus. "Untuk jumlahnya masih dalam proses perhitungan," tuturnya. 

(m.tribunnews.com/2019/01/24) Hikayat politik demokrasi di tanah air sejak dulu hingga kini tak pernah lepas dari budaya korupsi. Sejatinya jika menimbang budaya paling mahal negeri ini, tak lain tak bukan ialah budaya korupsi yang menjamur di berbagai kalangan. Bak mimpi di siang bolong rasanya budaya ini bisa dimusnahkan. 

Memberantas kasus korupsi dalam demokrasi terbilang sangat sulit. Gugur satu tumbuh seribu. Tangkap satu koruptor, di sisi lain muncul bibit koruptor lainnya dalam jumlah yang banyak. Ini merupakan masalah sistemik, yang perlu penyelesaian secara sistemik pula. Mental korupsi akan senantiasa tumbuh subur selama aturan demokrasi kapitalisme masih bercokol di negeri ini.[MOsr]

Posting Komentar