Oleh: Novita Sari Gunawan
(Mentor Kelas Opini Akademi Menulis Kreatif)
Mediaoposisi.com-Sejumlah organisasi jurnalis berencana mengadakan aksi mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan remisi terhadap pembunuh jurnalis pada Jumat, (25/1) di Taman Aspirasi, kawasan Monas. Diketahui, organisasi jurnalis yang bakal turut serta dalam aksi ialah Aliansi Jurnalis Independen, LBH Pers, YLBHI, FPMJ.
Koordinator Aksi, Prima Gumilang menyayangkan Presiden Joko Widodo mengeluarkan Kepres No.29/2018 tentang Pemberian Remisi Berupa Perubahan Pidana Penjara Seumur Hidup menjadi Pidana Penjara Sementara. 
Ia menyoroti dalang pembunuhan jurnalis Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa yaitu I Nyoman Susrama jadi salah satu dari 115 terpidana yang menerima remisi. Susrama mendapat pemotongan masa hukuman dari seumur hidup menjadi 20 tahun penjara.
"Keputusan itu akan berimplikasi langsung pada iklim kebebasan pers di Indonesia. Para pelaku tindak kekerasan terhadap jurnalis seperti mendapat angin segar," katanya dalam keterangan resmi.
Ia menyayangkan pemberian remisi tersebut. Padahal ia sudah mengapresiasi penegakan hukum pada kasus pembunuhan itu. Di sisi lain, kasus pembunuhan jurnalis lainnya masih belum terselesaikan hingga kini. Pemerintah masih punya hutang delapan kasus pembunuhan jurnalis yang belum terungkap sampai saat ini," ujarnya.
Tebang pilih dalam penegakan hukum ala demokrasi sudah sebagaimana lazim kita ketahui. Tak semua kasus diusut hingga tuntas dan diselesaikan secara objektif. 
Di satu sisi, kita melihat dengan jelas adanya pengistimewaan hukum terhadap seseorang, dan di sisi lain ada upaya kriminalisasi terhadap yang lainnya terlebih jika notabenenya sebagai lawan-lawan politik rezim.
Pun demikian dengan lemahnya penegakan hukum. Seringkali tak membuat efek jera pada pelaku. Untuk kasus pembunuhan, hukuman tersebut tidak setimpal dengan perbuatannya yang menghilangkan nyawa orang. 
Tak heran jika angka kriminalitas justru kian meningkat karena tak berbanding lurus dengan penegakan hukum yang tampaknya musykil untuk adil di tanah air ini.[MO/ad]

Posting Komentar