Oleh: Merli Ummu Khila


Mediaoposisi.com-Presiden Jokowi "Ada mekanisme hukum yang harus kita lalui. Ini namanya pembebasan bersyarat, bukan pembebasan murni. Nah syaratnya harus dipenuhi, kalau enggak, kan saya enggak mungkin nabrak," ujarnya di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (22/1). Seperti dilansir DetikNews.
Berbeda sekali dengan pernyataan yang disampaikan Penasehat hukum Jokowi - Ma'ruf Yusril Ihza Mahendra 2 hari sebelumnya
"Bagaimana kalau kita lunakkan syaratnya? Pak Abu sudah bilang kalau memang harus taat pada Pancasila, Pancasila itu sejalan dengan Islam kenapa tidak taat pada Islam saja? Ya sudah dia taat pada Islam, Pak Jokowi bilang, "Ya sudah lanjutkan saja, saya akan ambil keputusan segera," ungkap Yusril . Saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu (19/1)
Sikap rezim yang tidak konsisten membuat rakyat semakin sadar bahwa alasan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir karena kemanusiaan hanya sekedar basa basi demi menarik simpati ummat.
Kini rezim sedang dilema. Jika pada akhirnya Ustadz Abu Bakar Ba'asyir ternyata batal di bebas kan maka elektabilitas petahana akan semakin terjun bebas. Ummat semakin sadar bahwa rezim ini memang anti islam.
Begitulah kejamnya demokrasi, demi meraih suara terbanyak sudah pasti akan ada kecurangan, janji-janji palsu dan deal-deal politik yang tentu tidak berpihak pada rakyat. Dan mereka tidak menyadari bahwa setiap kebijakan mereka  akan di pertanggungjawabkan di akhirat kelak.[MO/ad]

Posting Komentar