Oleh: Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-Jokowi menjadi Presiden lebih dari 4 tahun, semua juga sudah tahu kapasitas Jokowi, terbukti 'gagap' mengunggah aksara didepan publik. Video Jokowi pidato bahasa Inggris, juga lebih mirip tes privat bahasa, yang dilakukan anak-anak TK.

Kalo Jokowi tertawa dengan lawan bicara, itu bukan tertawa karena paham. Tetapi sedang menertawai dirinya, sambil terus berfikir keras lawan bicara membicarakan apa.

Kalau ada ungkapan Jokowi itu sudah terbukti, benar. Tapi terbukti apa ? Terbukti planga plongo, pembohong, suka ingkar janji, khianat, represif dan anti Islam. Itu benar, tidak usah dibantah. Lantas, umat Islam diminta memilih pemimpin yang beginian ? Sorry lah ya.

Sekarang ada penghapusan penyampaian visi misi, dikatakan Jokowi takut untuk itu, klaim TKN tidak terima. Ya kalau ingin membuktikan tidak takut, ya sudah agendakan lagi penyampaian visi misi capres. Gitu aja kok repot.

Daripada dituding takut ? Ga punya kemampuan ? Terbata dalam mengolah kata ? Tak Mahir dalam mengunggah bahasa ? Ayolah, jika Jokowi memiliki kemampuan itu KPU agendakan lagi penyampaian visi misi, selesai.

Terus, debat juga jangan pakai contekan. Klo paslon dapat bocoran soal dari KPU, lantas kita ini mau monoton debat Pilpres atau setor hafalan debat ?

Ya jangan khawatir dipermalukan. Kalau piawai, ahli pidato, tidak perlu khawatir dipermalukan oleh panelis dan ditonton rakyat, karena tak mampu menjawab soal. Lha wong soal dari panelis saja ketakutan, lantas bagaimana mau mengelola persoalan umat dan bangsa ?

Sudahlah, akui saja. Jokowi tidak memiliki kemampuan sekaligus kehilangan keberanian untuk tampil memukau seperti tahun 2014. Tahun ini, tahun ketidakpercayaan kepada Jokowi. Apapun yang dikatakan Jokowi, rakyat paling mbatin : bohong ini, dusta ini, janji palsu ini, janji kampanye 2014 saja masih mangkrak.

Memang suasananya beda. 2014 euforia dan harapan rakyat besar kepada Jokowi. 2019 euforia dan harapan rakyat juga besar, hanya besarnya ingin agar Jokowi tidak memimpin lagi. Sudah bosan hidup dalam penjara ketakutan dan kelaparan.

Jadi Klo TKN Jokowi membuat 1001 alasan untuk membela Jokowi, percuma. Sebab, apa yang nampak lebih layak dipercaya ketimbang apa yang dibicarakan. Pada sosok Jokowi, yang nampak : tukang bohong, ingkar janji, khianat, represif dan anti Islam.

Meskipun, katakanlah visi misi diajukan dan Jokowi diberi kesempatan. Percuma saja, umat tidak ada yang percaya. Lebih baik TKN Jokowi mempersiapkan pidato kekalahan Jokowi, dengan kalimat memukau. Agar, diakhir kekuasaan rakyat bisa terharu dan gembira melepas Jokowi. Gembira dan bahagia, dijauhkan dari pemimpin yang zalim. [MO/ge]

Posting Komentar