Oleh: Siti Masliha, S.Pd 
(Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

Mediaoposisi.com- Artis adalah salah satu publik figur di masyarakat. Tindak tanduk artis banyak sedikit dicontoh oleh masyarakat. Sebagai salah seorang public figur seharusnya memberikan contoh yang positif kepada masyarakat. Tapi faktanya memberikan contoh yang negatif bagi masyarakat. Coba kita tengok kebelakang sejumlah artis tersandung sejumlah kasus, dari kasus narkoba, pergaulan bebas, prostitusi dan lain-lain.

Baru-baru ini media dihebohkan dengan penangkapan seorang artis yang diduga terjerat kasus prostitusi on line. VA diduga terlibat kasus prostitusi on line dengan tarif kencan 80jt. Tim penyidik polda Jatim telah menyita ponsel dan akun media milik VA untuk penyelidikan lebih lanjut (5 jan 19). Terkait kasus yang menimpa dirinya VA minta maaf kepada masyarakat, "saya menyadari kekhilafan dan kesalahan saya yang merugikan banyak orang". Kata VA kepada wartawan di gedung Ditreskrimsus Polda Jatim hari minggu 6 januari 2019. Wartakotalive.com

Penyebab Menjamurnya Prostitusi On Line
Kasus prostitusi on line tidak hanya sekali menimpa artis. Sebelumnya ada sederetan artis yang terjerat dalam kasus prostitusi on line. Kasus ini bak bola salju yang semakin mengenggelinding semakin besar. Kasus yang diungkap di media hanya kasus "ecek-ecek" dari kasus prostitusi on line ini, sedangkan akarnya dibiarkan. Ada beberapa hal yang membuat prostitusi on line ini sulit diberantas.

Pertama, kehidupan sekuler.
Sekuler adalah pemisahan agama dengan kehidupan. Agama tidak boleh masuk dalam ranah kehidupan sehari hari. Tolak ukur kehidupan adalah materi. Segala sesuatu yang menghasilan materi (baca: uang) maka itu "halal" dilakukan. Akibat kehidupan sekuler ini prostitusi on line menjamur bak jamur di musim hujan.

Kedua, kehidupan glamor artis.
Kehidupan artis identik dengan kehidupan yang glamor. Artis sebagai public figur masyarakat seharusnya memberikan contoh yang baik untuk masyarakat. Keadaan ini justru  sebaliknya. Kehidupan glamor artis menuntut para artis untuk mendapatkan rupiah dengan cara instan. Tak ayal untuk mengejar hal itu sejumlah artis menggunakan cara-cara yang tidak halal.

Ketiga, kebebasan di dalam sosial media.
Dunia dalam genggaman. Itulah istilah yang bisa kita sematkan dalam kehidupan sosial media saat ini. Kita bisa mengakses informasi super cepat hanya dengan menggunakan smart phone kita. Dengan kecanggihan teknologi ini tidak hanya memberikan sumbangan positif tapi juga memberikan sumbangan yang negatif. Jika kita tidak bijak menggunakan sosmed ini maka kita akan terjerumus dalam jurang kejahatan salah satunya prostitusi on line.

Memutus Mata Rantai Prostitusi On Line
Pelacur (pekerja sex  komersial) adalah profesi yang hina di dunia dan akhirat. Pasalnya pelacuran apapun bentuk dan macamnya termasuk zina. Namun dalam sistem demokrasi-liberal profesi ini justru mendapatkan perlindungan. Bahkan "pelacuran" acapkali dijadikan jasa untuk tujuan-tujuan tertentu seperti untuk menyuap pejabat, menjebak lawan politik, gratifikasi dan lain sebagainya.

Bahkan jasa hina ini secara khusus disediakan di tempat-tempat tertentu, baik yang mencolok maupun tidak. Hingga pada taraf tertentu profesi ini dianggap "mulia", lumrah dan wajar. Padahal profesi ini jelas-jelas termasuk profesi terkutuk dan terhina.

Larangan berzina disebutkan di dalam Al quran Allah berfirman:
"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah perbuatan keji dan seburuk-buruknya jalan." (QS. Al israa 32)

Profesi melacurkan diri, baik yang bergelar kelas teri maupun kelas kakap adalah profesi yang hina dan keji. Pelakunya telah terjatuh pada dosa besar, dan berhak mendapatkan hukuman yang berat didunia dan di akhirat.

Islampun mengatur agar kasus prostitusi ini tercabut dari akarnya. Islam memberikan sanksi yang tegas agar kasus prostitusi ini tidak terus berulang. Sebagaimana firman Allah:

"Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap seseorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir dan hendaklah pelaksanaan hukuna mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman". (QS. An-nur 2)

Itulah hukuman berat bagi orang yang melakukan zina. Dengan diterapkan hukum islam ini maka kasus prostitusi akan tuntas sampai ke akar.[MO/sr]

Posting Komentar