Oleh : Sri Retno Ningrum

Mediaoposisi.com-Pesta Demokrasi ( Pemilihan Umum) 2019 sebentar lagi di gelar di Negeri ini. Panasnya suasana politik menuju Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 terasa.

Hampir setiap hari berita di media cetak, elektronik dan sosial tiada hentinya menampilkan sosok calon Presiden dan Wakil Presiden.

Upaya - upaya untuk mengambil hati rakyat mereka lakukan seperti pencitraan, silaturahmi ke  Pondok Pesantren hingga blusukan-blusukan ke Pasar tradisional.

Namun, berita mengecewakan datang dari KPU ( Komisi  Pemilihan Umum). Di lansir dari Nusantara news.okezone.com. co, Jakarta. KPU akhirnya resmi memutuskan untuk tidak mengadakan sosialisasi Visi dan misi dari masing - masing Capres dan Cawapres 2019 yang rencananya digelar pada 9 januari 2019 lalu.

" Soal  sosialisasi Visi Misi, tadi malam sudah di putuskan, hal ini di laksanakan sendiri - sendiri,  tempat dan waktu mereka tentukan sendiri, jadi tidak lagi di fasilitasi KPU " kata  Arif Budiman, sabtu, 5 januari 2019    di  Jakarta Pusat.

KPU mengaku kerepotan kalau memfasilitasi semua keinginan kedua Paslon( Pasangan Calon). Penyampaian visi dan misi dalam debat tim kampanye nasional nomor pertama mengatakan agar penyampaian Visi dan misi calon Presiden dan Wakil Presiden cukup di wakilkan oleh tim sukses saja

Sedangkan kubu penanganan Badan Pemenangnya Nasional ( BPN) nomor dua bersikeras supaya penyampaian Visi dan misi di lakukan oleh capres dan Cawapres.

Hal itu,  tentu di sayangkan rakyat Indonesia. Selain itu, hal tersebut juga di sayangkan pengamat politik Karyono Wibowo.Beliau menilai " penyampaian Visi Misi justru sangat substansial dan penting dalam pertarungan politik modern.

Karena nya penyampaian Visi Misi seharusnya menjadi perhatian besar dalam tahapan pemilu,  tegas Karyono Windows kepada tribunnews. com( minggu, 6 Januari 2019).

Penyampaian Visi dan misi capres dan cawapres 2019 di perlukan agar rakyat bisa bermuhasabah bila nantinya ada kebajikan Penguasa yang tidak sesuai dengan Visi dan misi yang pernah mereka ucapkan.

Pemimpin adalah imam. Sedangkan imam adalah perisai,  Rasulullah saw bersabda orang - yang
berperang dari belakang nya dan menjadikannya pelindung,  maka jika ia memerintahkan kita
tawarkan pada  Allah azza wajahnya dan berlaku adil,  baginya terdapat pahala dan jika ia
memerintahkan yang selain nya  maka ia  harus bertanggung jawab atasnya. ( HR. al-Buchari,  Muslim, an-Nasai dan ahad)

Untuk mengatasi problematika Negara ini kita membutuhkan pemimpin yang bertanggung jawab dan taat syariah. Berikut ini karakteristik Pemimpin menurut Islam :

1 Dari segi sifat individu,  Pemimpin harus memiliki pribadi yang kuat dan cerdas,  Taiwan dan cinta pada rakyat ( memudahkan segala urusan rakyat)

2. Dari segi sifat Pemimpin,  pemimpin harus menepati janji,  mampu melakukan tugas dengan baik dan bertanggung jawab dalam menjaga kedaulatan dan kementerian Negara.

3 Tanggung jawab umum,  pemimpin mampu memberikan nasihat taqwa pada rakyat,  tidak ambil hak rakyat dan mengamalkan syariah secara kaffah.

Kita harus pandai menentukan pilihan terbaik untuk men jadi Pemimpin negara ini. Jangan sampai kita termasuk Bangsa yang pernah di kabarkan

Rasulullah Saw. Beliau bersabda "aku mengkhawatirkan atas diri kalian 6 perkara yaitu kepemimpinan orang bodoh,  jual beli hukum / pemerintahan,  banyak nya Polisi,  pemutusan silaturahmi,  orang muda yang tumbuh menjadikan Al Quran layaknya nyanyian, penumpahan darah" ( HR. Ahmad,  Ibu Abi Sy ubah, ath-thabarani)

Posting Komentar