Oleh : Anggraini Arifiyah
Ibu Rumah tangga

Mediaoposisi.com-Berbagai polemik tekait adanya undangan sekaligus ujian baca Alquran yang diberikan oleh Ikatan Dai Aceh kepada  dua kandidat calon Presiden RI. 

Salah satu alasannya karena dua Capres sama sama beragama Islam dan penting bagi umat Islam untuk tahu kualitas calon presidennya.

"Tes baca Al Quran bagi seorang calon pemimpin yang beragama Islam sangat wajar dan sangat demokratis. Justru publik makin tahu kualitas calonnya," ujar Ridlwan Habib peneliti radikalisme dan gerakan Islam di Jakarta

Kita sudah mengetahui bahwa setiap Muslim tentu didorong untuk gemar membaca al-Quran dan menghiasi lisan mereka dengan tilawah yang mulia ini. Allah SWT berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ

Sungguh orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itulah yang mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi (TQS Fathir [35]: 29).
Nabi saw. juga bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

Bacalah al-Quran karena sungguh pada Hari Kiamat ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya (HR Muslim).

Namun tentu semua amalan tilawah al-Quran dilakukan dengan niat ikhlas mengharap ridha Allah SWT. Bukan untuk menaikkan elektabilitas, popularitas dan menjatuhkan orang lain.

Telah disunnahkan bagi kaum muslimin untuk banyak membaca al-Quran. Namun demikian, al-Quran tentu bukan sekadar bacaan.

Al-Quran adalah kitab yang berisikan hukum – hukum. Al-Quran berisi petunjuk kehidupan dan hukum-hukum yang menyelesaikan berbagai persoalan hidup manusia.

 Jika membaca al-Quran adalah sunnah, maka mengamalkan isinya atau berhukum dengan hukum-hukumnya adalah wajib.

Banyak hal yang dibahas yang terdapat pada Al-Quran selain membahas tema akidah, ayat-ayat al-Quran juga menjelaskan hukum-hukum Allah SWT bagi umat manusia mulai dari hukum-hukum seputar ibadah, akhlak, rumah tangga, ekonomi hingga pemerintahan dan militer.

Hukum-hukum yang dikandung dalam al-Quran adalah hukum terbaik bagi manusia. Tak bisa ditandingi oleh hukum buatan manusia.

Kewajiban berhukum dengan al-Quran adalah perkara yang tak bisa ditawar lagi. Banyak ayat yang memerintahkan kaum Muslim untuk berhukum dengan al-Quran. Allah SWT berfirman:

وَ أَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَ لَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَ احْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ

Hendaklah kamu (Muhammad) memutuskan perkara di antara mereka menurut wahyu yang telah Allah turunkan. Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian wahyu yang telah Allah turunkan kepadamu (TQS al-Maidah [5]: 49).

Tentu sangatlah aneh jika dalam kehidupan bernegara yang mana penduduknya mayoritas muslim justru semangat sekularisme begitu junjung tinggi.

Berkali-kali muncul seruan dari politisi dan pejabat negara agar tidak memasukkan agama ke dalam area politik.

Seorang politisi mengatakan agar umat jangan selalu membawa agama ke ranah politik. Sebab menurut dia, hari ini rakyat sedang memilih presiden, bukan memilih nabi.Astagfirullahal'adzim!

Namun apa yang terjadi sekarang? para politisi sekuler itu justru kerap mengeksploitasi agama untuk kepentingan politik mereka. Misalnya, meminta dukungan ulama, memamerkan ibadah dan terakhir menantang kefasihan membaca al-Quran.

Tujuannya bukan untuk memuliakan Islam, apalagi menerapkan hukum Islam, tetapi sekadar demi menaikkan popularitas serta elektabilitas kelompoknya dan yang terpenting bagi mereka hanya untuk menjatuhkan lawan. Begitulah sebenarnya wajah asli sekulerisme.

Menjauhkan agama dari kehidupan berpolitik dan bernegara. Namun ketika agama itu dibutuhkan, tanpa malu sama sekali mereka mengeksploitasi agama demi kepentingan politik mereka.

Islam meeupakan agama paripurna. Al-Quran telah mengatur seluruh aspek kehidupan. Al-Quran adalah satu-satunya kitab suci yang membawa hukum-hukum terbaik dari Allah SWT.

Hukum-hukum al-Quran menjamin keberkahan dan kebaikan hidup bagi manusia di dunia dan akhirat.Allah SWT jelas menurunkan al-Quran tidak hanya untuk dibaca, tetapi untuk dijadikan sebagai pedoman hidup manusia, yang hukum-hukumnya wajib diterapkan dalam kehidupan. Lalu mengapa justru kita tidak menjadikan al-Quran sebagai aturan dalam kehidupan kita?

Hanya institusi islam yaitu  khilafah rosyidah yang bisa menjaga Alquran dan menerapkan segala hukum-hukum yang ada di dalam Al-Quran.

Yang mana pada masa tegaknya khilafah ini yang akan dipimpin oleh seorang khalifah akan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup,menerapkan hukum-hukumnya dalam kehidupan demi kesejahteraan umat yang dirodhoi oleh Allah SWT.



Posting Komentar