Oleh: Vivie Gunawan, S.Sos

Mediaoposisi.com- Kasus prostitusi online yang melibatkan VA dan AS seorang model majalah dewasa menuai beragam respon emak-emak. Dari sedih, geram hingga respon alay tak berisi macam ditulis oleh Afi, perempuan yang sempat viral karena memplagiat karya orang lain diakui sebagai karyanya. Afi menuturkan VA itu pintar karena mampu menaikkan "value" hingga harga jualnya mencapai 80jt, dan menyamakan tarif VA yang terlibat prostitusi dengan nafkah halal yang diterima emak-emak dari suaminya?   perbandingan yang menyesatkan.

Membaca realita mesti cerdas. Seperti burung terbang yang melihat segalanya dari atas, nampak jelas, lengkap dan menyeluruh. Tidak seperti melihat tembok, yang nampak hanya yang didepannya saja, terbatas.

Mengapa muncul kasus AV, AS dan generasi macam Afi?  Ternyata Disebabkan oleh:
1. Sistem kehidupan yang sekuler,
memisahkan urusan agama dengan kehidupan. Beragama hanya urusan ibadah dan hidup tidak mau diatur dengan aturan agama.
2. Maunya hidup dengan kebebasan tanpa batas, liberalis, hukum dibuat untuk melindungi kebebasan itu.
3. Standar hidup materialistik. Seseorang dinilai dari materi semata. Apa yang dimiliki, apa yang dipakai agar bisa diterima dalam lingkungan pergaulan tertentu membuat seseorang mengerahkan segala daya upaya untuk mengejar materi, tidak perduli halal atau haram.
Inilah sistem hidup yang rusak yang mengancam generasi penerus bangsa. Sistem rusak menghasilkan generasi rusak.

Sistem Islam Menghasilkan Generasi Terbaik
Kegemilangan dan kelestarian  peradaban suatu bangsa ditentukan oleh generasi penerus bangsa tersebut karena ideologi yang diemban pasti akan diteruskan oleh generasi selanjutnya. Ideologi adalah sumber dari aturan-aturan yang mengikat termasuk bagaimana landasan berfikir terbentuk (qaidah fikriyah).

Pemikiran yang shahih dan cemerlang akan mengantarkan sebuah bangsa menuju keunggulan dan kesejahteraan. Islam adalah agama sekaligus ideologi (mabda) yang sangat memperhatikan pembentukan generasi dengan pemikiran yang berkualitas dan benar (shahih). Allah berfirman dalam Qs. Al Mujadilah ayat 11

"...Niscaya Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.."(Qs.Al Mujadilah :11)

Generasi berkualitas dan mempunyai pemikiran cemerlang dihasilkan oleh sistem yang mengatur segala aspek kehidupan secara menyeluruh.  Diantaranya adalah aspek pendidikan.
Pendidikan islami tidak hanya mengejar prestasi duniawi dan penguasaan teknologi semata. Tujuan pendidikan Islami tidak dilepaskan dari tujuan penciptaan manusia di dunia, yakni sebagai hamba Alloh (Abdulloh ) dan sebagai khalifah di bumi (khalifah fil ardh).
Adapun tujuan dari pendidikan adalah :

1. Menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa. Yakni menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Dalam sebuah hadist dikatakan, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah ditanya tentang siapa orang yang paling mulia. Beliau menjawab, “Orang yang paling bertakwa kepada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketaqwaan itu akan mewujudkan generasi yang berkepribadian islami (syakhsiyah islamiyah). Generasi yang menstandarkan perilakunya kepada aturan-aturan Alloh.

2. Menyiapkan sebagai khalifah fil ardh
Selain membentuk generasi beriman dan bertaqwa, pendidikan juga bertujuan menyiapkan generasi sebagai khalifah fil ardh. Yakni generasi yang siap menjalankan peran sebagai wakil Alloh di muka bumi untuk menjalankan kehendakNya dan menerapkan ketetapan-ketetapan Alloh.

Mengatur dan memanfaatkan benda-benda ciptaan Alloh di muka bumi ini agar mendatangkan maslahat bagi kehidupan manusia. Karena itu pendidikan perlu memastikan generasi menguasai ilmu dan teknologi. Hal tersebut dipergunakan dengan dilandaskan pada iman dan taqwa sehingga tidak menimbulkan kerusakan di muka bumi. Alloh berfirman dalam Qs. Al Baqarah ayat 30,

"Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka : Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau? Dia berkata : Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

Sistem pendidikan Islam telah membuktikan lahirnya generasi-generasi terbaik.  Shalahuddin Al Ayyubi, Muhammad Al Fatih adalah diantara generasi yang punya cita-cita besar dan dididik dalam sistem pendidikan islami yang kualitasnya belum tertandingi sepanjang sejarah.

Segera kembali kepada sistem islam sebagai sistem kehidupan terbaik yang berasal dari Alloh untuk seluruh manusia tanpa terkecuali. Karena  islam diturunkan sebagai rahmat (kasih sayang) Alloh kepada semua hambaNya.[MO/sr]


Posting Komentar