Mediaoposisi.com|Redaksi-Modus pemilu ala Jokowi semakin kronis. Hal ini terlihat ketika Jokowi akhir-akhir ini seringkali melakukan bulusukan diberbagai daerah di Indonesia.

Hari Sabtu (19,01) Jokowi menyerahkan sertifikat sambung listrik gratis yang merupakan sumbangan atau sinergi BUMN kepada 30.937 rumah tangga di Garut.

Senjata ini adalah senjata yang paling mematikan, membuat orang lain semakin tertarik, membutakan setiap mata yang memandang, menghentikan fungsi telinga setiap yang mendengarkannya

Bagimana tidak? Bulusakan ala Jokowi pada pemilu 2014 sangat menentukan hati nurami yang datang di TPS. Hampir semua rakyat memuji tindakan ala Jokowi ini

Pada pemilu 2014 Jokowi memperoleh suara rakyat sebesar 53,15 % atau sekitar 135 juta penduduk Indonesia.

Saat 2014 Jokowi masih memegang bangku kekuasaan DKI Jakarta sebagai bulder senjata yang paling mematikan diantara lawan politiknya, di tambah lagi dukungan media dan industri pertelivisian Indonesia kian menambah busuknya pemilu

Hampir semua TV Nasional dibawa kendali beliau. Tidak tanggung-tanggung hampir seluuru Pers yang kita lihat beritanya adalah bulusukan ala Jokowi

Padahan bulusukan bukanlah tugas seorang Presiden apalagi membagikan selembaran sertifikat. Itu sudah menjadi tugas bawahannya bukan tugas kepala negara.

Kini senjata itu dipakai lagi di Pilpres 2019. Lihat saja setiap aktifitasnya dibumbuhi oleh pencintraan sebagai senjata yang paling sering digunakan

Kini rakyat tak mau dibohongi lagi, kami membutuhakn perubahan yang nyata bukan hanya di dengar dari media tapi dapat dirasakan. Yang rakyat butuhkan bukanlah janji palsu tapi kesejahteraan disegala lini kehidupan.[MO/ad]

Posting Komentar