Oleh: Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-Setelah berbusa mengumumkan rencana pembebasan Ust Abu Bakar Ba'asyir (ABB) dengan alasan kemanusiaan, dari usia yang sudah mencapai 81 tahun hingga sakit-sakitan, kini rezim menelan ludah sendiri. Rencana pembebasan Ust. ABB resmi batal, pengumuman ini disampaikan oleh Moeldoko.

Lucu ! ini negara dikelola layaknya ludruk. Semua penyelenggara negara dan Presiden layaknya badut, omongannya kayak kentut. Awalnya, kuasa hukum Jokowi mengumumkan rencana pembebasan, sejurus kemudian Jokowi berdeklamasi tentang alasan Ust. ABB perlu segera dikeluarkan dari penjara.

Sadar netizen paham tujuan dibalik rencana pembebasan Ust. ABB, dimana rezim hanya peduli terhadap elektabilitas jelang Pilpres bukan terhadap Ust. ABB, rezim segera memutar haluan. Awalnya, Wiranto yang ditugaskan melakukan pengkondisian dengan menggungah bahasa : rencana pembebasan Ust. ABB perlu dikaji ulang. Bahkan, Wiranto menyebut Presiden tidak boleh grusah grusuh.

Perlu mempertimbangkan alasan ideologi, Pancasila, NKRI, hukum dan hantu blawu lainnya. Begitu ungkap Wiranto, yang mengambil peran pengkondisian awal, sebelum dieksekusi oleh Moeldoko.

Setelah pengkondisian awal, barulah Moeldoko ambil mic dan berpidato dengan gagah mengumumkan pembatalan secara resmi. Bukan mengkaji ulang, atau mempertimbangkan ulang, tapi tegas mengumumkan PEMBATALAN PEMBEBASAN UST. ABB. Katanya banyak syarat belum dipenuhi, khususnya terkait ikrar kesetiaan pada Pancasila.

Kalau memang syarat belum terpenuhi, kenapa Jokowi mengumbar suara akan membebaskan ABB ? Kalau memang Jokowi itu Presiden sebagai pengambil keputusan, kenapa justru Moeldoko yang membatalkan rencana Presiden ?

Dalam urusan Import, melalui debat Pilpres Jokowi mengatakan semua menteri bisa berdebat tapi keputusan Import ada ditangan Jokowi. Dalam kasus ABB, kenapa Moeldoko yang ambil keputusan ? Presiden NKRI itu Moeldoko atau Jokowi ?

Jelas, rezim Jokowi telah mempermainkan Ust. ABB. Bahkan, rezim ini telah mempermainkan umat Islam. Setelah sempat membuat hati umat Islam bungah (gembira) dengan kabar pembebas Ust. ABB, kini rezim melalui Moeldoko mengubah suasana kebatinan umat yang gembira dan bahagia, menjadi diliputi kesedihan, kemarahan dan dendam.

Wahai rezim, Anda bisa melakukan apapun, berakrobat dengan cara apapun, tapi ingat ! Kami umat Islam akan mencatat semua kezaliman kalian !

Wahai rezim, tindakan kalian tidak akan mengurangi kemuliaan Ust ABB dan semangat umat untuk memperjuangkan Islam. Kami telah mengambil harga, dengan menjual seluruh dunia dan isinya untuk mendapat ridlo Allah SWT.

Wahai umat, bersatulah ! Regangkan otot dan buka jari jemari, untuk bersama-sama mencekik leher rezim represif dan anti Islam ini. Jangan beri sedikitpun nafas kekuasaan, sehingga rezim ini dapat melanjutkan periode kezaliman.

Wahai umat, rezim ini telah mempermainkan ulama, mempermainkan simbol dan ajaran Islam, bahkan merendahkan martabat kalian. Karena itu, Tarik mandat dari rezim agar rezim tak punya alasan dan legitimasi untuk menyakiti kalian. Agar kalian, segera terbebas dari belenggu tirani rezim. [MO/ge]

Posting Komentar