Galang L

Mediaoposisi.com-Musim Pemilu semakin dekat, Indonesia dengan kekayaan alamnya serta sumber daya manusia yang beragam etnis, namun tak memiliki Konsep sendiri sehingga harus mengikuti kapitalisme dan komunis/ golongan sosialis.

Hal ini nyata ada disekitar dan mudah sekali di indera lihat saja kebilakan-kebijakan rezim saat ini tak peduli lagi pada masyarakat tani, umat islam, dan masyarakat ekonomi lemah. Seperti halnya kebijakan impor cabai saat tani cabai sedang panen raya, apa hasilnya?

Tentu kalian tau harga cabai dipasar turun hingga lima ribu rupiah saja perkilogram, namun tak lama datang pahlawan kesiangan membeli cabai petani, kenapa pahlawan tidak menghentikan impor cabai namun membeli cabai petani yang sudah terlanjur jatuh?

Selanjutnya kembali setelah terpilihnya paslon 2 saat pemilu 2014, dia berjanji tidak akan impor apakah hanya karena perbedaan pendapat mentrinya lalu dia lupa janji, kenapa tidak jadi bupati saja kalau memang hanya menurut pada mentri tak perlu pencitraan mengejar jabatan Kursi panas.

Dengan impor-impor dan impor semua harag menjadi kian tak stabil, diperparah dengan hutang entah rezim lupa dengan video dia berkata takkan menambah hutang negara tapi akan melunasinya. Fakta berbicara bukan data atau baca teks tapi tetap gagap.

Belum selesai janji kampanye yang luas yang terdekat dari rumahnya di solo, rezim bahkan lupa pada janji akan memberikan izin pada mobil esemka di rakit banyak untuk diperjual belikan, bukan kampanye kejar kursi periode berikutnya.

Rezim oh Rezim kenapa Engkau Impor,.. Macam,.. mana aku tak impor aku butuh makan
Rezim oh rezim kenapa engkau bubarkan ormas,.. Macam... mana aku tak bubarkan aku takut kritik, aku takut kritik
Rezim oh rezim kenapa engkau janji,.. Macam... mana aku tak janji aku tak dapat kursi[MO/ge]

Posting Komentar