Oleh : Imas Nurhayati
Ibu Rumah Tangga

Mediaoposisi.com-Indonesia adalah negeri kaya raya di khatulistiwa, tetapi rakyatnya hidup tak pernah lepas dari duka.

Dinamika politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan selama tahun 2018, menunjukkan betapa negeri ini belum mapan dan kian jauh dari harapan.Indonesia makin liberal. Indonesia makin terjajah.

Inilah poin penting dari refleksi akhir tahun  ada beberapa peristiwa yang perlu dicermati selama tahun tahun 2018 diantaranya adalah BPJS, Anak-anak dalam ancaman kekerasan, nestapa pengungsi

Rohingya, Islam dipojokan, Hari Santri Nasional, Gonjang-ganjing Rupiah, UtangLuar Negeri,  APBN 2018 makin kapitalis dan memeras rakyat, Bencana yang di biarkan, kasus Freeport, pilkada serentak yang tak beri harapan.

Semua ini menunjukkanbahwa kita masih memiliki banyak masalah. Yang tak bisa dilepaskan dari sistem liberal yang diadopsi indonesia. Pada masa rezim jokowi yang dicitrakan merakyat, justru liberalisme makin menguat.

Padahal liberalisme merupakan pintu negara-negara imprialis untuk lebih mengokohkan penjajahannya di Indonesia. Jadilah Indonesia makin liberal dan makin terjajah.

Kita tentu tidak boleh larut dalam masalah,apalagi sekedar meratap dengan putus asa tanpa melakukan apa-apa, justru inilah yang diinginkan  negara-negara imprialis, kita berputus asa lalu menerima tanpa daya penjajahan mereka.

Padahal penjajahan adalah kejahatan besar yang harus dilawan dan kebangkitan islam adalah kewajiban yang harus kita lakukan.Selayaknya umat fokus dan lebih giat berjuang mewujudkan perubahan hakiki

Yakni dengan mengajak umat mencampakkkan sistem sekular demokrasi dan menerapkan hukum Allah dalam naungan khilafah yang dijamin akan mengundang kebaikan dan keberkahan, dan juga akan sungguh-sungguh lepas dari berbagai persoalan yang tengah membelit negeri ini sebagiannya telah diuraikan di atas.

Maka kita harus memilih sistem yang baik dan pemimpin yang amana. Sistem yang baik hanya mungkin datang dari zat yang Maha baik, Itulah sistem syariah Islam serta pemimpin yang amanah adalah yang mau tunduk pada sistem yang baik itu. Disinilah esensi seruan 'selamatkan Indonesia dengan Syariah'[MO/AD]

Posting Komentar