Oleh: Liana
(Aktivis Komunitas Remaja Islam Peduli Negeri)

Mediaoposisi.com- Begitu cepat rasanya tahun 2018 sudah berlalu,  dan saatnya memasuki tahun 2019. Namun negara kita masih terus menerus didera oleh bencana.

Bicara tahun 2018, tahun yang dipenuhi dengan kesedihan pada umat islam. Dengan berita dari para stasiun televisi maupun sosial media yang selalu mengabarkan kejadian demi kejadian yang terjadi di berbagai daerah. Sehingga sudah memakan banyak korban jiwa. Dan pada saat malam pergantian tahun pun tidak ada habis-habisnya manusia bermaksiat.

Mereka dengan rasa bangganya melakukan pesta kembang api,  meniup terompet, dan perbuatan lainnya yang sia-sia. Namun mereka tidak sedikit pun merasa bahwa Allah saat ini sedang menguji kita melalui berbagai bencana. Karena, memang nyatanya sudah cukup banyak sebuah peringatan (kode) dari Allah untuk kita,  tetapi kita tidak peka terhadapNya.

Musibah itu,  bisa saja berawal dari sebuah negara kita yang masih bersistem kapitalisme, Sekularisme maka dari itu pola pikir pun tak akan pernah bisa menyatukan kaum muslim. Bahkan, justru semakin mempecah belahkan umat muslim. Dan pada saat ini para penguasa selalu mendzalimi rakyatnya sendiri dengan kesengsaraan yang nyata.

Apalagi adanya pedoman aturan yang tidak jelas asalnya, sehingga kemaksiatan terjadi di mana-mana, seperti para penguasa yang terus-terusan korupsi,  tindakan kriminal, pemakaian narkoba, dengan adanya LGBT dan masih banyak lagi. Seakan-akan di didunia ini tidak ada aturan yang bisa dijadikan pedoman.
    ‎
Hingga kini sudah memasuki tahun 2019,  saatnya kita barus lebih fokus lagi untuk menuju perubahan yang hakiki,  perubahan yang akan menjadi lebih baik. Yaitu dengan kita menjadikan sebagai seorang pendakwah yang sebenarnya yakni dengan mencampakkan sistem sekuler demokrasi . Dan menerapkan hukum-hukum Allah yaitu dari Al-quran dan As-sunnah Nya.

Namun, itu semua butuh Khalifah yang bisa menerapkan hukum Allah,  yang bisa mempersatukan kaum muslim di seluruh dunia.  Dan saat ini kita hanya bisa berdakwah,  dakwah, dan dakwah di jalan Allah. Agar kita semua bisa hidup di bawah naungan Khilafah.  Seperti hadist

Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah ala minhajin nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.” (HR Ahmad; Shahih).[MO/sr]

Posting Komentar