Oleh: Nur Syamsiyah
(Mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)

Mediaoposisi.com-Tak terasa tahun 2018 sudah terlewati dan memasuki tahun 2019, merefleksikan satu tahun yang sudah kita lalui menjadi sebuah kebutuhan.

Menengok ke belakang, melihat berapa target yang sudah tercapai, berapa tanggung jawab yang terlalaikan, apa saja yang terjadi di negeri tercinta ini dan lain sebagainya.

Bencana terjadi di beberapa titik di Indonesia. Setelah gempa yang terjadi di Lombok, tsunami di Donggala, Palu, Gunung Gamalama yang meletus memuntahkan asap berwarna putih setinggi 200 meter, erupsi Gunung Anak Krakatau hingga tsunami di Selat Sunda, dan sederet gunung berapi lainnya dalam status waspada dan siaga.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, selama tahun 2018 terjadi 1.999 kejadian bencana di Indoneisa (Kompas.com, 25/10/2018). Dampak yang ditimbulkan bencana tercatat 3.548 orang meninggal dunia dan hilnag, 13.112 orang luka-luka, 3,06 juta jiwa mengungsi dan terdampak bencana, 339.969 rumah rusak berat, 7.810 rumah rusak sedang, 20.608 rumah rusak ringan, dan ribuan fasilitas umum rusak.

Dari segi tindak pidana, dilansir dari metro.sindonews.com, Polda Metro Jaya menyebut tindak kejahatan di Ibu Kota Jakarta terjadi setiap 16 menit 27 detik. Pada 27 Desember 2018, dilansir dari merdeka.com

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebut polisi terlibat narkoba dan pencabulan meningkat di 2018. Begitu juga dengan kasus perkosaan inces, manusia bertingkah laku layaknya hewan. Seorang ayah menghamili anak gadisnya, kakak menghamili adiknya, seolah-olah menjadi hal yang biasa terjadi di negeri nusantara ini.

Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun lalu menyebut, 0,9 persen remaja perempuan dan 3,6 persen remaja laki-laki (berusia 15 sampai 19 tahun) mengaku pernah melakukan hubungan seksual.

Hotline aborsi oleh Samsara di Indonesia menunjukkan 30 persen kliennya berusia 18 sampai 24 tahun dan 51,2 persen di antaranya berstatus belum menikah (Tempo.co, 28/09/2018). Ini merupakan sebuah hal yang sangat miris, dimana generasi milenial yang didambakan oleh negeri ini seolah-olah menghancurkan mimpi untuk mewujudkan sebuah peradaban yang gemilang.

Dilihat dari aspek ekonomi, dibanding 2017, utang Indonesia naik jadi Rp 5.191 Triliun (idntimes.com, 18/09/2018). Dollar melangit dan menjatuhkan nilai rupiah menjadi Rp 15.413,90 per US Dollar per 4 Oktober 2018.

Di sisi lain, SDA dijarah asing, pekerja aseng memburu pekerjaan pribumi, pengangguran meningkat, angka kemiskinan semakin meningkat sebab harga-harga barang pokok dan tarif dasar listrik terus melonjak tinggi, BBM secara diam-diam bergerak tinggi, BPJS yang semakin menyusahkan rakyat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, dan biaya-biaya lainnya yang terus memberatkan masyarakat di negeri ini.

Masihkah mau bertahan dalam kondisi yang seperti ini? Mata pun tak dapat berbohong, melihat kondisi masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin sebab negeri ini menerapkan sistem kapitalisme.

Kekuasaan berada di tangan para pemilik modal yang selalu mengejar kebahagiaan dan keuntungan materi sebanyak-banyaknya. Sedangkan masyarakat miskin, yang jelas tak memiliki , terus ditindas oleh kuasa yang dimilikinya.

Saudaraku, bumi ini semakin tua, alampun sudah semakin rapuh, umur di dunia pun tak kan lama lagi. Marilah kita renungkan, darimana kerusakan-kerusakan ini datang?

Allah berfirman dalam al-Qur’an surah ar-Ruum ayat 41, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).”

Inikah teguran dari Sang Maha Pencipta agar kita kembali pada jalan-Nya? Seberapa banyak manusia di negeri ini yang sudah lalai pada aturan-aturan-Nya? Sudahkah kita memperhatikan seruan-Nya untuk melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya?

Teguran dari-Nya akan selalu ada dan akan semakin dahsyat apabila manusia tak segera sadar akan kesalahan-Nya. Merenunglah dan bangkitlah, berikan perubahan yang hakiki untuk negeri ini dan raihlah ridho Allah swt. Mewujudkan peradaban Islam secara menyeluruh.

Posting Komentar