Oleh: Bagas Kurniawan
(Aliwa' Institute)

Mediaoposisi.com- Berbagai macam ketidakadilan hingga kemerosotan ekonomi kerap membuat rezim Jokowi beserta kabinet kerjanya kuwalahan. Pasalnya, di era rezim Jokowi kemiskinan semakin membengkak, jaminan kesehatan untuk rakyat melalui BPJS membuat beberapa rumah sakit memutuskan untuk tidak lagi bekerjasama. Dikarenakan banyak tunggakan hutang BPJS terhadap rumah sakit.

Prihal, adanya ketimpangan sosial membuat masyarakat mendapatkan perlakuan yang justru mencekik leher. Karena beratnya menanggung beban hidup. Lapangan kerja kian sulit. Bahan kebutuhan pokok pun ikut naik.

Dipertontonkan lebih jelas ketidakadilan oleh rezim yang katanya menggandeng ulama, tapi justru menangkap ulama yang tidak sejalan dengan kamauan rezim. Berbagai tudingan, telah dilancarkan kepada gerakan-gerakan Islam. Sampai pada waktunya menabrak seluruh aturan dengan tidak melalui mekanisme hukum yaitu pengadilan.

Sebut saja HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), dicabut status badan hukum perkumpulannya dengan alasan anti kebhinekaan, radikal, anti Pancasila. Dan itu semua, adalah tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar. Sampai pakar politik Islam Australian National University (ANU) Greg Fealy menyatakan hal buruk yang dilakukan Jokowi adalah membubarkan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Menurutnya, hal ini bertentangan dengan hak untuk berserikat dan berkumpul. "Apakah HTI benar-benar telah melanggar hukum ?" Menurut saya itu belum jelas, ujarnya.

Berbagai kasus yang menimpa penista Agama, sepeti Viktor Laikodat, Sukmawati, Ade Armando, Abu Janda. Diduga aparat kepolisian tidak merespon secara cepat, bahkan sudah ada yang di SP3. Berbeda halnya, ketika itu menimpa pihak oposisi. Sangat cepat cara penanganannya.

Semua ini menunjukkan, bahwa rezim yang saat ini adalah rezim represif dan anti Islam. Janji tidak akan menambah hutang, tapi justru hutang negara bertambah jauh lebih besar dari Presiden sebelumnya. Ironi memang, tapi inilah fakta dari kebobrokan sistem Kapitalis yang didukung rezim Anti Islam.

Tidak mudah membangkitkan semangat juang Umat Islam yang saat ini masih banyak yang tertidur dengan tidak mau memikirkan negeri tercinta ini. Namun, ketika keadilan tidak ditegakkan, maka umat akan mencari keadilannya sendiri. Dan itu akan lebih sangat berbahaya, jika benteng keamanan tidak lagi dipercayai oleh publik.

Segala sesuatu pasti akan hancur, termasuk kekuasaan Firaun dan Hitler. Ingin mengikuti jejak kelamnya mereka, maka bersiaplah untuk menyambut kedatangan adzab dari Allah SWT.

Karena itu, umat Islam tidak boleh diam, bahkan tak cukup hanya sekedar menonton. Karena kebatilan pasti akan tumbang. Mengaku, kita sebagai seorang Muslim. Ingin berada dibarisan pejuang agama Allah, atau justru sebaliknya menginginkan Islam hancur dihantam arus sistem sekuler, sosialis ?

Jadilah, para kesatria Islam agar Islam yang berasal dari Allah SWT bisa memimpin dunia, dengan menerapkan seperangkat aturannya,  seperti halnya para pejuang-pejuang Islam dan para sahabat. Mulia karena mengambil Islam.[MO/sr]



Posting Komentar