Oleh: Azrina Fauziah 
(Aktivis Dakwah, Anggota Komunitas Pena Langit)
Mediaoposisi.com- Awal tahun 2019 kini telah di depan mata. Banyak rencana serta target tiap individu kaum muslim untuk segera dikerjakan di tahun baru masehi. Namun pernahkan kita menjadikan pr di tahun-tahun sebelumnya untuk menjadi rencana serta target kaum muslim?

Kita tau bahwasanya banyak yang perlu dibenahi oleh diri kita beserta seluruh kaum muslim. Dari mulai pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi serta politik kaum muslim diseluruh dunia. Tidakkah banyak pr kaum muslim? Ini masih skala umum, belum lagi skala yang detail seperti permasalahan saudara-saudara kita di negeri sebrang untuk mempertahankan keimanan mereka.

Palestina, suriah, yaman, rohingya, uighur yang kini tengah mengalami krisis peperangan pada diri mereka. Dan mereka hanyalah beberapa contoh saudara kita yang telah terekspos oleh media masa. Lalu bagaimana kabar saudara kita muslim dibelahan dunia yang lain yang mendapatkan prilaku yang sama tanpa kita ketahui?

Sejatinya permasalahan mereka ialah bukan hanya sekedar peperangan, penjajahan serta genosida. Namun permasalahan yang mereka alami ialah tersebab kaum muslim tak memiliki sebuah junnah atau perisai dalam melindungi dirinya sendiri. Kaum muslim tak memiliki pemimpin yang dapat berperang bersamanya dan melindungi mereka dari pada musuh.

Alhasil kaum muslim terlunta-lunta, tak memiliki wibawa serta tak memiliki kehormatan. Bagai buih dilautan, banyak namun tak bisa apa-apa untuk melakukan sesuatu.

Berharap pada PBB atau pada pemimpin negeri muslim pun tak akan ada harapan. PBB hanyalah alat barat untuk menekan laju pergerakan kaum muslim untuk mematuhi peraturan internasional antar national state.

Maka yang terlontar dari pada penguasa muslim hanyalah kecaman, cacian, ancaman yang tak akan merubah kondisi saudara kita disana. Maka masihkan kita berharap pada mereka?

Justru jika kita hanya berpangku tangan, pasrah bahkan masa bodoh dengan kondisi mereka, kitalah orang-orang yang pantas dikatakan orang yang tak memiliki hati nurani, pragmatis serta dungu kuadrat.

Padahal Allah SWT telah berfirman bahwa “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, dan beriman kepada Allah”. (QS. Ali Imron: 110)

 Lantas akankah predikat tersebut hanya akan menjadi sebuah predikat yang tersemat saja ataukah kita layak menunjukkan predikat tersebut dengan bangkitnya umat islam yang telah menjadikan islam sebagai landasan mereka berkehidupan?

Wahai pemuda islam mari bangkit dan raihlah kemenangan islam yang sebentar lagi akan terwujud. Allahu Akbar.[MO/sr]

Posting Komentar